Opini

Pemprov DKI berkoordinasi hindari Peristiwa Warga Cari Tempat Hiburan ke Wilayah Penyangga

BTN iklan

LEI, Jakarta– Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus berkoordinasi dengan instansi terkait ramainya warga Ibu Kota yang pergi nongkrong ke wilayah penyangga seperti Bekasi, Tangerang, Depok, dan Bogor. Peristiwa ini menyebabkan kepadatan di daerah-daerah tersebut.

Pergerakan warga Jakarta itu disebut konsekuensi dari pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) jilid II. Salah satunya, ketentuan tidak diperbolehkan restoran, kafe atau tempat nongkrong beroperasi.

“Memang itu suatu konsekuensi ya, makanya kita terus berkoordinasi dengan daerah-daerah sekitar Jakarta supaya bisa bersinergi positif. Memang teman-teman kita di Jakarta mau makan ke Tangerang, Bekasi, Depok hingga Bogor,” kata Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria di Balai Kota Jakarta, Selasa, 30 September 2020.
Menurut Riza, pemberlakuan PSBB jilid II mendorong warga untuk membuat acara di wilayah-wilayah tersebut. Sebab tidak ada penutupan restoran, kafe atau tempat pertemuan di daerah itu.

“Masyarakat akhirnya juga bikin acara ke daerah-daerah situ, karena daerah situ kan tidak menutup restoran seperti di Jakarta, kemudian mal tidak ditutup seperti di Jakarta yang dibuka tapi tak boleh makan di tempat. Inilah yang sedang kita koordinasikan untuk mencari solusi yang terbaik untuk kerjasama yang baik,” kata Riza. Sebelumnya, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Bekasi Abi Hurairah mengakui wilayahnya menjadi salah satu daerah yang paling banyak didatangi warga Jakarta untuk mencari tempat hiburan. Sebab, daerah penyangga lain seperti Bogor dan Depok tempat hiburannya ditutup.

“Kan di sana ditutup (karena PSBB ketat). Iya di Jakarta ditutup, di Bogor ditutup, Depok ditutup,” kata Abi saat dihubungi, Minggu, 27 September 2020.
Abi pun mengaku kesulitan mencegah adanya kerumunan di Kota Bekasi akibat jumlah personel di lapangan terbatas. Apalagi dengan adanya ajakan di media sosial untuk datang ke Bekasi juga membuat personel kesulitan.

“Ya pastilah, pasti (kesulitan). Jumlah kita terbatas, kemudian kita nyebar ke mana-mana, ya tentunya personel juga dibagi-bagi gitu,” katanya.

 

 

Kontributor: Dwitya Yonathan Nugraharditama

Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami