Hukum

Penangguhan Soenarko Cs Ditangguhkan, Proses Perkara Tetap Berjalan

BTN iklan

JAKARTA, (LEI) – Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukkam) Wiranto mengatakan penangguhan penahanan eks Danjen Kopassus TNI AD Mayjen (Purn) Soenarko, hingga pengacara Eggy Sudjana, tidak menghentikan proses hukum masing-masing kasus menjerat mereka.

“Ditangguhkan bukan perkaranya ya, tetapi penahanannya sehingga tidak menghilangkan proses hukumnya. Proses hukumnya tetap berjalan, dan apa pun hasilnya kita hormati sebagai suatu proses hukum yang adil dan sesuai fakta,” papar Wiranto di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (25/6).

Wiranto tidak menjawab tegas saat ditanya apakah penangguhan penahanan itu merupakan hasil negosiasi dengan Prabowo Subianto yang diduga meminta pendukungnya yang ditahan ditangguhkan. Mantan Panglima ABRI itu mengatakan, nanti akan bertanya terlebih dahulu kepada Kapolri Jenderal Tito Karnavian apakah informasi ini benar atau tidak.

Selain itu, ujar dia, juga untuk mengetahui apakah ada alasan lain terkait penangguhan penahanan tersebut.

“Ya nanti kami tanya Pak Tito dulu ya. Tanya apakah itu dalam proses negosiasi, atau kompromi-kompromi tertentu, atau yang bersangkutan (tersangka) minta dengan sungguh-sungguh untuk bertemu family-nya sementara, atau masalah kesehatan, kan itu nanti dijawab sama Polri,” ungkap Wiranto.

Lebih lanjut, Wiranto mengaku sudah membalas surat yang diajukan Kivlan Zen. Dia menegaskan, secara pribadi sudah memaafkan Kivlan. Sebagai menkopolhukkam, Wiranto mengaku tidak mungkin mengintervensi sebuah proses hukum yang tengah berjalan.

“Saya tidak ada masalah. Pribadi memaafkan tetapi proses hukum kan tetap berjalan. Tidak mungkin sebagai Menkopolhukkam ‘hei coba hentikan ya, proses penyidikannya, proses hukumnya’, ya tidak bisa. Presiden sekalipun tidak bisa menghentikan proses hukum yang sedang berjalan,” ungkapnya.

Dia pun memastikan tidak ada perbedaan perlakuan terhadap para tersangka yang diproses tersebut. Menurut Wiranto, tidak ada penyiksaan maupun tekanan-tekanan yang dilakukan.

“Ya tidak ada. Kalau dalam penahanan kan masing masing diperlakukan sebagai orang-orang yang dihormati statusnya dan sebagainya. Tidak ada penyiksaan-penyiksaan, tekanan-tekanan,” ujarnya. [Jawapos]

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami