EkonomiFinansialInvestasiLiputan

Penataan Kawasan Bisnis Cakranegara Dimulai 10 April

BTN iklan

MATARAM 20/3 (LEI)- Satuan Kerja Penataan Bangunan dan Lingkungan (Satker PBL) Provinsi Nusa Tenggara Barat menyebutkan penataan kawasan bisnis Cakranegara, Kota Mataram, dimulai 10 April 2018.

“Oleh karena itu, jadwal sosialisasi akan kami mulai awal April setelah penandatangan kontrak pelaksanaan proyek tersebut dengan nilai sebesar Rp5 miliar,” kata PPK Penataan Bangunan Satker PBL NTB Andrean Hidayati dalam rapat persiapan penataan kawasan binis Cakranegara di Mataram, Selasa.

Dalam kesempatan itu, Andrean menyampaikan, dari hasil konsultasi dengan pemerintah, pemerintah telah mengakomodasi usulan Pemerintah Kota Mataram terkait pemasangan kastin S pada pedestrian di kawasan Cakranegara.

“Berdasarkan hasil rapat sebelumnya, kami telah menyampaikan beberapa usulan dalam pelaksanakan program tersebut. Salah satunya, pemasangan kastin pada pedestrian ditoleransi menggunakan kastin S pada beberapa titik, guna memudahkan aktivitas bongkar muat barang,” katanya.

Tetapi, sambungnya, pemasangan kastin S tidak bisa dilakukan disetiap toko, sehingga dalam hal ini pemilik toko yang mendrop barang pada titik yang telah disiapkan harus mengangkut barangnya melalui selasar toko yang ada.

Penataan kawasan Cakranegara akan dilakukan sekitar 25 meter dari lampu merah Cakranegara baik bagian barat, timur, utara dan selatan dengan anggaran yang disiapkan Rp5 miliar.

Dalam perencananya, penataan kawasan bisnis Cakranegara akan dibuat seperti halnya Malioboro Yogyakarta, yang steril dari parkir dan pedagang kaki lima (PKL) yang menempati pedestrian.

Sementara, lanjutnya, sebelum proyek fisik dimulai pada tanggal 10 April 2018, pihaknya juga akan melakukan normalisasi pada saluran yang ada agar tidak terjadi banjir setelah proyek tuntas dikerjakan.

“Sedangkan, terkait dengan penataan dan relokasi pedagang kaki lima (PKL), kami berharap kerja sama dari pemerintah kota, sebab dalam perencanaan yang terakomodasi untuk ditata hanya parkir, tanpa PKL,” ujarnya.

Pada prinsipnya, Satker menekankan tidak boleh ada PKL di atas pedestrian, sebab pedestrian merupakan hak pejalan kaki.

Di sisi lain, Andrean menyampaikan, setelah tahapan ini disepakati oleh pemerintah kota, Satker PKL segera mempersiapkan program sosialisasi pada awal April.

“Tujuannya, agar masyarakat sekitar bisa memberikan dukungan terhadap proyek tersebut. Kami, siap mengikuti aturan yang ada di pemerintah kota,” katanya.

Rencana Satker PBL dalam penataan kawasan bisnis Cakranegara dengan menggunkan kastin I, sebelumnya sempat membuat pemerintah kota khawatir sebab kawasan tersebut merupakan kawasan bisnis yang sangat dinamis, sehingga pedestrian harus disesuaikan dengan pemasangan kastin S. [antara]

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami