Hukum

Pendaftaran Merek Safety Jogger Perusahaan Belgia Menang

BTN iklan

JAKARTA-LEI, Direktorat Merek diminta untuk segera memproses pendaftaran merek Safety Joggers milik Cortina NV setelah putusan Komisi Banding Merek dinyatakan batal.
Majelis hakim yang diketuai Eko Sugianto mengabulkan seluruh gugatan yang diajukan produsen alas kaki asal
Belgia tersebut. Penggugat dinilai mampu membuktikan dalil gugatannya.
“Memerintahkan Direktorat Merek untuk memproses pendaftaran merek penggugat,” kata Eko saat membacakan
amar putusan, Rabu (13/7).
Dalam perkara ini, Komisi Banding Merek menelak pendaftaran yang diajukan penggugat. Dasar putusan penolakan tersebut karena Safety Joggers memiliki kesamaan dengan Joger milik Joseph Theodorus Wulianadi.
Menurutnya, merek penggugat tidak memenuhi isi Pasal 6 ayat 1 Undang-undang No. 15/2001 tentang Merek. Dalam pasal tersebut permohonan pendaftaran harus ditolak apabila merek tersebut mempunyai persamaan pada pokoknya atau keseluruharmya dengan merek milik pihak lain yang sudah terdaftar lebih dahulu untuk barang atau jasa sejenis.
Majelis hakim berpendapat persamaan pada pokoknya adalah kemiripan unsur menonjol yang menumbulkan adariya persamaan visual; konseptual, bentuk tulisan, susunan warna, maupun fonetiknya.
Kedua merek tersebut telah memiliki unsur-unsur daya pembeda, sehingga tidak akan menimbulkan risiko kebingungan konsimen dalam memilih produk.
Berdasarkan yurisprudensi Mahkamah Agung No. 2451 K/Pdt/1987, untuk menentukan ada tidaknya persamaan kedua merek sengketa, haruslah dilihat secara keseluruhan dan bukan cara merinci satu persatu unsur yang menjadi merek tersebut. Merek pengugat terdiri dari dua kata, sedangkan Joger hanya satu kata.
Merek tersebut, lanjutnya, telah terdaftar di sejumlah negara yakni Belgia, Belanda, Luxemburg, Amerika Serikat, China, dan Britania Raya. Pertama kali didaftarkan di Belgia sejak 1 Agustus 1990.
Menurutnya, klaim tersebut membuktikan penggugat telah menggunakan merek Safety Joggers di pasar dunia
sejak lama dan sungguh-sungguh (intend to use). Merek tersebut juga merupakan hasil karya intelektual dari penggugat, bukan peniruan atau jiplakan pihak lain.
Berdasarkan Pasal 6 ayat lb UU No.15/2001 tentang Merek, keterkenalan merek dapat diketahui melalui pengetahuan masyarakat, reputasi tinggi melalui promosi gencar dan besar-besaran, serta bukti pendaftaran di beberapa negara.
Majelis hakim juga menyatakan batal putusan Komfisi Banding Merek pada 27 Desember 2012 yang menolak pendaftaran, dari penggugat. Cortina dinilai telah mengajukan permohonan pendaftaran dengan itikad baik.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

One Comment

  1. 466690 165065There a couple of fascinating points in time in this post but I dont know if I see these center to heart. There could be some validity but Ill take hold opinion until I explore it further. Excellent write-up , thanks and then we want a whole lot a lot more! Put into FeedBurner too 216815

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami