Internasional

Pendiri Vice Media Minta Maaf Terkait Isu Pelecehan Seksual

BTN iklan

Jakarta, Lei — Pendiri perusahaan pemberitaan Vice Media menyatakan permintaan maafnya pada Sabtu (23/12), terkait isu suasana kerja di perusahaan mereka yang dirasa tak berpihak kepada kaum wanita serta dugaan pelecehan seksual yang terjadi di dalamnya.

Permintaan maaf tersebut diutarakan oleh CEO Vice Shane Smith dan rekannya Suroosh Alvi, setelah koran New York Times menerbitkan berita mengenai dugaan empat kasus pelecehan seksual yang dilakukan karyawan pria terhadap karyawan wanita di kantor Vice yang berbasis di Amerika Serikat.

New York Times juga menulis kalau banyak karyawan wanita di sana yang menjadi saksi mata atas perbuatan tak mengenakkan para karyawan pria terhadap karyawan wanita lainnya.
Dalam permintaan maaf tersebut, Smith dan Alvi juga mengatakan kalau pihaknya telah memecat tiga orang karyawan pria yang “melakukan perbuatan kurang pantas.”

Mereka menambahkan, pihaknya akan berusaha mengubah sistem kerja di perusahaannya, sehingga karyawan wanita dapat bekerja lebih nyaman. Perubahan tersebut juga diikuti dengan rencana kesetaraan nilai gaji antara karyawan pria dan karyawan wanita pada tahun depan.

“Kami merasa telah gagal menjadi perusahaan yang memberikan suasana kerja yang nyaman bagi seluruh karyawan, terutama karyawan wanita, sehingga mereka merasa kurang dihormati dan dapat mengembangkan kariernya,” tulis pernyataan maaf Smith dan Alvi, seperti yang dikutip dari Reuters.

Masih dalam pernyataan yang sama, Smith dan Alvi juga mengatakan kalau kesalahan manajemen membuat kasus seperti ini jadi kurang teramati.

“Kami juga menyatakan penyesalan yang luar biasa jika kami dirasa melanggengkan isu seksisme di industri media dan masyarakat pada umumnya,” lanjut pernyataan tersebut.

Selain beberapa karyawan pria, baik Smith dan Alvi juga dituduh melakukan perbuatan kurang pantas terhadap karyawan wanita di perusahaannya. Namun, mereka enggan menanggapi tulisan New York Times tersebut.

Vice lahir di Montreal, Kanada, pada tahun 1994. Sebelum mendapat investor besar seperti The Walt Disney Co dan TPG serta menjadi media daring yang populer bagi kaum millennial, perusahaan pemberitaan ini merupakan majalah cetak yang kerap menulis isu mengenai musik dan seni budaya punk.

Baik The Walt Disney Co dan TPG belum memberi pernyataannya terkait pernyataan maaf dari Smith dan Alvi.

(cnn indonesia)

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami