LifestyleLiputanNasional

Penduduk Langkat Usia Produktif Capai 636.468 Jiwa

BTN iklan

LANGKAT, SUMUT, 30/5 (LEI) – Jumlah penduduk Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, dalam usia produktif sekarang ini mencapai 636.468 jiwa dari jumlah penduduk yang tercatat mencapai 1.021.208 jiwa.

Hal itu disampaikan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Langkat Sujarno, di Stabat, Rabu.

Sujarno menjelaskan dari jumlah penduduk 1.021.208 jiwa itu terdiri dari 514.211 jiwa penduduk laki-laki dan 506.997 jiwa penduduk perempuan, dengan pertumbuhan ekonomi Langkat sekarang ini 4,98 persen.

Sementara untuk Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB) Langkat tahun 2016 yang lalu atas dasar harga konstan sebesar Rp 25.533,81 miliar sedangkan PDRB tahun yang sama atas dasar harga yang berlaku sebesar Rp33.949,47 miliar, ungkapnya.

Kepala Bappeda Langkat itu juga mengungkapkan Langkat merupakan wilayah yang begitu besar dengan luas mencapai 626.329 hektare, yang terbagi dalam 23 kecamatan 240 desa dan 37 kelurahan.

Dengan luasan yang cukup besar itu, maka ada kebijakan untuk membaginya menjadi tiga wilayah pembangunan yaitu Langkat Hulu, Langkat Hilir, Teluk Aru dimana daerah Langkat ini juga berdiri di jajaran pegunungan Bukit Barisan.

Dengan berdiri di jajaran pegunungan Bukit Barisan membuat daerah ini menjadi hulu bagi empat sungai besar yaitu Sungai Wampu, Sungai Batang Serangan, Sungai Lepan, Sungai Besitang dan 52 anak sungai yang semuanya bermuara ke Selat Malaka, katanya.

Maka disini juga banyak ditemukan bahan galian tambang seperti minyak dan gas alam. Dari hasil penelitian yang dilakukan oleh para ahli di Langkat sekarang ini ditemukan 12 jenis bahan tambang galian C dan satu jenis bahan tambang galian A.

Untuk bahan tambang galian golongan A ini terdapat di Kecamatan Batang Serangan dan Sei Lepan, sedangkan bahan tambang galian C terdapat di Kecamatan Sei Bingei, Kecamatan Pangkalan Susu, Kecamatan Babalan, Kecamatan Tanjungpura.

“Tentu kekayaan alam Lagkat ini masih memerlukan pengembangan, penggalian, untuk bisa dinikmati oleh masyarakat guna menambah pendapatan ekonomi mereka maupun juga peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), potensi ini tentu membutuhkan investor baru,” ujarnya. [antara]

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami