InternasionalTekno

Peneliti Tunjukkan Reaksi Manusia Terkait Kehidupan Alien

BTN iklan

JAKARTA (LEI) – Seiring kemajuan teknologi yang cukup pesat, para peneliti membuat penemuan astronomi yang lebih cepat dari sebelumnya. Banyak yang beranggapan ini hanya masalah waktu sebelum peneliti menemukan kehidupan di luar Bumi dan membuktikan bahwa sebenarnya manusia tidak sendirian di alam semesta ini.

Dilansir dari Astronomy, peneliti menemukan adanya kehidupan asing yang mendekati wilayah manusia. Peneliti ingin tahu apa reaksi masyarakat terhadap pernyataan tersebut, apakah memiliki keingintahuan yang tinggi atau tidak peduli. Penelitian baru menunjukkan bahwa reaksinya secara umum cukup positif.

Mischael Varnum, asisten professor psikologi di Arizona State University mengatakan bahwa ia akan sangat optimis jika berhadapan langsung dengan kehidupan di luar Bumi. Sejauh ini ada banyak spekulasi tentang bagaimana para peneliti menanggapi berita semacam ini, sampai sekarang hampir tidak ada penelitian empiris yang sistematis.

Varnum dan peneliti lainnya memutuskan untuk menutup kekosongan mengenai data tersebut dengan melakukan tiga penelitian mengenai respon emosional terhadap adanya kehidupan alien. Hasilnya dipresentasikan pada pertemuan tahunan Asosiasi Amerika untuk Kemajuan Ilmu Pengetahuan di Austin, Texas pada 16 Februari

Studi pertama menggunakan perangkat lunak untuk menganalisis teks dari berbagai artikel surat kabar yang ditulis tentang tiga potensi penemuan kehidupan di luar Bumi. Perangkat lunak ini menilai perasaan, emosi, dan reaksi psikologis lainnya yang disampaikan dalam artikel tentang penemuan mikroba makhluk luar angkasa yang mungkin fosil pada 1996, peredupan intermiten seputar Bintang Tabby pada 2015, dan exoplanet seperti bumi di zona layak huni bintang pada 2017.

Studi tersebut menemukan bahwa bahasa yang digunakan dalam artikel sangat positif. Dalam studi kedua, para peneliti meminta lebih dari 500 peserta untuk menuliskan pendapatnya dan juga seluruh dunia, akan bereaksi terhadap kasus mikrobial luar angkasa yang telah dikonfirmasi. Ditemukan bahwa emosi yang digunakan untuk menggambarkan reaksi hipotetis dan populasi secara substansial lebih positif daripada negatif.

Sementara itu, studi ketiga mengumpulkan 500 peserta tambahan dan membagi menjadi dua kelompok. Masing-masing kelompok diminta menuliskan reaksinya terhadap sebuah artikel di The New York Times tentang penemuan ilmiah sebelumnya.

Satu kelompok diperlihatkan sebuah artikel tentang kehidupan manusia sintetis yang diduga sedang dikembangkan di laboratorium, dan satu lagi artikel tentang meteorit Mars yang berisi tanda-tanda kehidupan mikroba purba. Reaksi emosional terhadap kedua artikel tersebut secara signifikan lebih positif daripada negatif dalam penelitian ini, terutama dalam kasus penemuan kehidupan mikroba. (okezone)

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Close