Hukum

Penerimaan Bea Cukai Mencapai Triliunan

BTN iklan

Kudus/Lei- Realisasi penerimaan cukai di Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai (KPPBC) Tipe Madya Kudus, Jawa Tengah, hingga 15 November mencapai Rp22,47 triliun  dari target 2017 sebesar Rp36,15 triliun.

“Kami akan berupaya maksimal agar rencana penerimaan cukai tahun ini bisa direalisasikan,” kata Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi KPPBC Tipe Madya Cukai Kudus Dwi Prasetyo Rini di Kudus, Minggu.

Ia mengatakan, berdasarkan perhitungan di rekening kredit cukai yang akan dibayar hingga jatuh tempo 31 Desember 2017, diprediksi realisasi cukai 2017 sebesar 95,89 persen.

Untuk target bea masuk hingga 15 November 2017, lanjut dia, sudah terealisasi Rp39,67 miliar atau 74,85 persen dari rencana sebesar Rp53 miliar.

Target secara total yang dibebankan kepada KPPBC Kudus sebesar Rp36,76 triliun.

Target sebesar itu, meliputi target penerimaan cukai hasil tembakau sebesar Rp36,15 triliun, kemudian target cukai plastik sebesar Rp570,12 miliar serta target bea masuk sebesar Rp53 miliar.

Target penerimaan cukai yang dibebankan kepada KPPBC Kudus tahun ini, lebih besar dibandingkan dengan target sebelumnya yang ditetapkan sebesar Rp33,94 triliun.

Adapun realisasinya selama 2016 sebesar Rp32,53 triliun atau 95,82 persen dari target penerimaan.

Upaya lain untuk meningkatkan target penerimaan cukai, yakni melalui penindakan terhadap pelanggaran di bidang cukai.

Penindakan di bidang cukai, dinilai bisa berdampak positif terhadap pengusaha rokok legal karena penjualan produknya di pasaran dipastikan bisa meningkat ketika peredaran rokok ilegal bisa ditekan.

KPPBC Kudus sendiri selama Januari hingga September 2017 berhasil melakukan 57 kali pengungkapan kasus pelanggaran di bidang cukai yang berasal dari Kabupaten Jepara, Pati, dan Kudus.

Keberadaan Satpol PP di beberapa kabupaten yang menjadi wilayah kerja KPPBC Kudus juga diharapkan bisa bersinergi dalam memberantas peredaran rokok ilegal.

Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami