HukumLiputan

Pengacara Keberatan Dengan Dakwaan Setnov

BTN iklan

Jakarta/Lei- Tim Pengacara Setya Novanto menyatakan keberatan terhadap surat dakwaan mantan Ketua DPR Setya Novanto dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor) KTP-Elektronik.

Ada sejumlah alasan tim pengacara menyampaikan keberatan terhadap surat dakwaan, pertama mereka menilai surat dakwaan Setnov dibuat berdasarkan berkas perkara penyidikan yang tidak sah karena berdasarkan SPDP Nomor 310/23/07/2017 tanggal 18 Juli 2017 yang telah dinyatakan tidak sah oleh hakim tunggal Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Cepi Iskandar.

Alasan kedua adalah kerugian keuangan negara tidak nyata dan tidak pasti karena dalam surat dakwaan Irman dan Sugiharto serta Andi AGustinus, kerugan negara adalah senilai Rp2,31 triliun berdasarkan perhitungan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) itu tidak memperhitungkan penerimaan 7,3 juta dolar AS atau setara Rp94,9 miliar untuk Setya Novanto, 800 ribu dolar AS atau setara Rp10,4 miliar untuk Charles Sutanto dan Rp2 juta untuk Tri Sampurno yang seluruhnya sebesar Rp105,3 miliar.

Selain itu menurut Maqdir, terdapat ketidakkonsistenan dan selisih nilai yang nyata diterima oleh peserta penerima, antara dakwaan Irman dan Sugiharto, Andi Agustinus alias Andi Narogong dengan Setya Novanto.

Ketiga, Setnov didakwa bersama-sama dengan teman peserta yang berbeda-beda karena ada penambahan nama peserta baru yaitu Irvanto Hendra Pambudi Cahyo dan Made Oka Masagung serta Anang Sugiana Sudihardjo dalam dakwaan Setnov.

Alasan keempat adalah Setnov didakwa bersama-sama melakukan tindak pidana namun pihak-pihak yang diperkaya atau diuntungkan jumlahnya berbeda.

Sebagai contoh, Gamawan Fauzi dalam dakwaan Irman dan Sugiharto dinyatakan menerima uang sebesar 4,5 juta dolar AS dan Rp50 juta namun dalam dakwaan Andi Agustinus jumlah “fee” yang diterima oleh Gamawan Fauzi menjadi hanya sebesar Rp50 juta, bahkan dalam dakwaan Setnov nilainya disebut diubah secara sepihak oleh penuntut umum menjadi bertambah Rp50 juta, 1 unit ruko di Grand Wijaya dan ditambah sebidang tanah di Jalan Brawijaya III, Jakarta Selatan.

Terhadap eksepsi itu, tim JPU KPK menyatakan sudah menyiapkan strategi untuk menjawabnya.

Setnov diduga menerima 7,3 juta dolar AS dan jam tangan Richard Mille senilai 135 ribu dolar AS dari proyek KTP-E. Setya Novanto menerima uang tersebut melalui mantan direktur PT Murakabi sekaligus keponakannya Irvanto Hendra Pambudi Cahyo maupun rekan Setnov dan juga pemilik OEM Investmen Pte.LTd dan Delta Energy Pte.Lte yang berada di Singapura Made Oka Masagung.

Sedangkan jam tangan diterima Setnov dari pengusaha Andi Agustinus dan direktur PT Biomorf Lone Indonesia Johannes Marliem sebagai bagian dari kompensasi karena Setnov telah membantu memperlancar proses penganggaran.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami