Internasional

Pengadilan Jerman Bebaskan Mantan Pemimpin Catalunya

BTN iklan

BERLIN (LEI) – Pengadilan Jerman menolak mengabulkan permintaan Spanyol untuk mengekstradisi mantan pemimpin Catalunya, Carles Puigdemont atas tuduhan pemberontakan dan memerintahkannya untuk dilepaskan dengan jaminan. Meski begitu, Puigdemont masih dapat diekstradisi dari Jerman dengan tuduhan lain.

Pengadilan di Schleswig-Holstein mengatakan bahwa Puigdemont masih harus menghadapi tuduhan korupsi di Spanyol dan pengadilan hanya menunda ekstradisinya, bukan membatalkan.

Puigdemont ditangkap di daerah utara Jerman bulan lalu setelah Spanyol mengeluarkan Perintah Penangkapan di Eropa. Pengadilan telah mempertimbangkan apa yang harus dilakukan tentang permintaan ekstradisi Spanyol untuk Puigdemont selama lebih dari sepekan.

Pria berusia 55 tahun itu dituntut atas tuduhan hasutan, pemberontakan dan penyalahgunaan dana publik di Spanyol sebagai akibat dari perannya dalam referendum kemerdekaan Catalan yang dilarang tahun lalu.

Dia ditahan pada 25 Maret saat menyeberang ke Jerman dari Denmark dalam perjalanannya ke Belgia. Puigdemont telah mengasingkan diri di Belgia sejak parlemen Catalunya secara sepihak menyatakan kemerdekaan dari Spanyol pada Oktober 2018.

Spanyol menuduh mantan presiden Catalan itu melakukan pemberontakan, tetapi pengadilan menyimpulkan bahwa tuntutan yang paling dekat dan setara dengan tuntutan itu dalam hukum Jerman adalah pengkhianatan tingkat tinggi.

Tapi itu memutuskan bahwa dalam kasus Puigdemont tidak ada unsur kekerasan, jadi tuduhan itu tidak dapat diterima. Pimpinan Parlemen Catalunya, Roger Torrent menyambut baik keputusan pengadilan tersebut.

“Kami selalu mengatakan bahwa kami tidak melakukan kekerasan. Tuduhan pemberontakan sama sekali tidak valid. Penganiayaan politik ini harus diakhiri karena didorong oleh narasi yang benar-benar palsu,” kata Torrent sebagaimana dilansir BBC, Jumat (6/4/2018).

Namun, pengadilan Schleswig mengatakan mungkin Puigdemont harus menjawab kasus penyalahgunakan dana publik yang digunakannya pada Oktober lalu untuk mengadakan referendum kemerdekaan yang tidak sah.

Pengadilan telah meminta informasi lebih lanjut tentang tuduhan tersebut dan menetapkan jaminan sebesar 75.000 euro (Rp1,2 miliar).

Pemerintah Spanyol mengatakan menghormati keputusan pengadilan Jerman.

“Pemerintah tidak pernah memberikan pendapat tentang keputusan pengadilan, terutama ketika menyangkut keputusan pengadilan yang dibuat di negara lain. Pemerintah Spanyol selalu menghormatinya, terlepas apakah mereka suka atau tidak,” kata juru bicara pemerintah. (okezone)

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami