BTN iklan
Nasional

Pengadilan Malaysia Tuntut Najib Razak dengan 21 Tuduhan Pidana Pencucian Uang

KUALA LUMPUR (LEI) – Pengadilan Malaysia menuntut mantan Perdana Menteri (PM) Malaysia, Najib Razak dengan total 25 tuduhan terkait kasus skandal korupsi jutaan dolar.

Diwartakan BBC, pada Kamis, pengadilan menuntut Najib dengan 21 tuntutan tindak pidana pencucian uang berkaitan dengan transfer dana sebesar USD556 juta dari perusahaan investasi negara 1MDB ke rekening pribadinya. Dia juga dituntut dengan empat tuduhan penyalahgunaan kekuasaan.

Najib telah menyatakan tidak bersalah atas semua tuduhan tersebut.

Tuntutan terbaru terhadap Najib tersebut dijatuhkan pengadilan menambah tiga tuntutan pencucian uang yang sebelumnya dijatuhkan pada Agustus.

Najib, anggota keluarganya dan beberapa orang-orang dekatnya dituduh menggelapkan uang dalam jumlah besar yang diduga digunakan untuk membeli berbagai hal, mulai dari karya seni hingga real estate kelas atas di seluruh dunia.

Tuduhan itu berperang penting dalam menyebabkan kekalahannya dalam pemilihan umum yang akhirnya dimenangkan oleh mantan mentornya, Mahathir Mohamad.

1MDB, yang dibentuk oleh Najib pada 2009, dimaksudkan untuk mengubah Ibu Kota Kuala Lumpur menjadi pusat keuangan dan meningkatkan ekonomi melalui investasi strategis. Namun, sebaliknya, badan investasi itu mulai menarik perhatian negatif pada awal 2015 setelah melewatkan pembayaran sebagian dari hutang USD11 miliar yang dimilikinya kepada bank dan pemegang obligasi.

Wall Street Journal kemudian melaporkan bahwa mereka telah melihat jejak dokumen yang diduga melacak hampir USD700 juta dari dana 1MDB ke rekening bank pribadi milik Najib. Sementara oitu miliaran dolar dana lainnya yang hilang masih belum diketahui ke mana hilangnya. (okezone)

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Komentar Anda...

Related Articles

Close
Close