HukumLiputanNasional

Pengadilan Negeri Cibinong Membebaskan DR. Basuki Wasis Dari Gugatan Terpidana Korupsi Nur Alam

Kita Menang, Keadilan kembali ditegakkan

BTN iklan

Jakarta/LEI- Setelah melalui proses persidangan sejak 17 April 2018, dimana Basuki Wasis yang diwakili oleh Kuasa hukum mengupayakan segala langkah diantaranya mengajukan eksepsi, meminta perlindungan LPSK, meminta amicus brief dari Komnas HAM, Amicus dari banyak lembaga akademisi, serta masuknya KPK sebagai Penggugat Intervensi (Tussenkomft).

Pada hari ini Kamis, 13 Desember 2018 Majelis Hakim pada Pengadilan Negeri Cibinong yang terdiri dari Chandra Gautama (Ketua), Andri Falahandika dan Ali Askandar (Anggota) memberikan putusan Sela, Majelis Hakim menerima eksepsi Kuasa Hukum Tergugat dan menyatakan Gugatan Nur Alam tidak dapat diterima.

Hakim dalam pertimbangannya mengenai eksepsi Kompetensi Absolut, menyebutkan bahwa kuasa hukum tergugat berupaya menchallenge hakim Perdata di PN Cibinong untuk menggunakan seperti lepas (Onslaaght) dalam hukum Pidana. Hal ini merupakan hal baru, bisa menjadi penemuan hukum bagi pelaksanaan hukum dimasa mendatang.

Majelis Hakim berusaha menggali secara filosofi secara lebih mendalam, dan secara ex officio mempertimbangkan, bahwa yang menjadi pokok masalah adalah masalah penghitungan kerugian yang dilakukan oleh Tergugat dalam perkara Pidana Korupsi.

Menurut Hakim, keterangan tertulis dan keterangan Basuki Wasis di persidangan adalah bagian dari rezim persidangan pidana dimana Hakim tidak terikat oleh keterangan tersebut. Kuasa hukum penggugat juga dalam persidangan pidana diberikan kesempatan seluas-luasnya untuk membantah serta mengajukan ahli yang berbeda.

Menurut Majelis Hakim, Keterangan Ahli tidak akan berimplikasi apapun dalam, jika hakim tidak menggunakannya. Jika pun hakim menggunakan maka itu menjadi tanggung jawab hakim. Maka jika menggugat putusan hakim, maka selayaknya ini gugatannya adalah bagian dari banding dan kasasi dalam perkara Pidana.

Majelis Hakim menegaskan dalam putusannya bahwa keterangan Ahli yang diajukan dipersidangan tidak dapat dituntut dalam pengadilan Pidana dan Perdata karena ini berarti menggugat putusan Hakim yang akan mengacaukan tertib hukum

Menurut Majelis jika ada keberatan terhadap Ahli, maka caranya adalah Keberatan di persidangan dan mengajukan ahli lain. Hakim juga membaca suasana kegelisahan Ahli-ahli dan menjawab kekhawatiran Ahli2 yang menyeruak akibat gugatan ini dengan menegaskan perlindungan terhadap ahli-ahli lain tersebut.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 × 5 =

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami