InternasionalTekno

Pengalaman “Hijrah” 14 Hari dari Laptop Gaming ke Ultrabook

BTN iklan

(LEI)-Bicara gadget yang menunjang produktivitas zaman sekarang, berarti kita bicara juga seberapa besar ukuran gadget tersebut. Tidak bisa dipungkiri, banyak kaum profesional yang membutuhkan gadget yang mudah dibawa tanpa menambah beban yang berarti, salah satunya adalah laptop Ultrabook.

MacBook Air yang rilis pertama kali di tahun 2008 mungkin jadi salah satu gadget yang selalu dikaitkan kalau bicara laptop Ultrabook. Bentuk yang tipis dan berat yang kurang lebih hanya 1,3 Kg tidak membuat MacBook Air jadi laptop yang ringkih, justru malah mendukung produktivitas karena daya tahannya yang sudah teruji.

Sebagai seorang profesional, saya dalam dua tahun terakhir ini menggunakan laptop gaming MSI GL62-QF dengan sistem operasi Windows. Laptop ini hadir dengan dengan prosesor Intel Core i7 Skylake, RAM 16 GB, layar 15,6 inci, kartu grafis NVIDIA GTX 960M, dan juga hardisk 1 TB.

Di atas kertas, MSI GL62-QF sudah jadi laptop penunjang produktivitas terbaik yang pernah saya miliki, khususnya editing video yang butuh resource cukup banyak. Dengan MSI GL62-QF saya bisa mengedit video kapan saja tanpa banyak pusing masalah hardware.

read also

Tapi seiring penggunaan, saya baru menyadari kalau MSI GL62-QF cukup berat, tepatnya menambah beban 2,5 Kg di setiap perjalanan yang saya tempuh. Jika ditambah setengah kilogram lagi, saya sudah seperti membawa tabung gas 3 Kg yang berwarna hijau itu.

Di saat itulah saya berpikir, apakah ini waktu yang tepat untuk hijrah ke laptop yang lebih tipis tapi tanpa mengorbankan performa. Penasaran akan performa laptop Windows yang setipis MacBook Air, maka pilihan saya jatuh kepada Spectre 13, laptop Ultrabook terbaru dari HP yang meraih Red Dot Award 2018 untuk kategori Product Design terbaik.

Desain

Perbedaan paling mencolok dengan MSI GL62-QF tentu ada di ukuran. Spectre 13 ibaratnya adalah MacBook Air versi Windows tapi dengan desain yang tidak monoton.

HP Spectre 13 | Foto

Sebagai catatan, desain MacBook Air tidak mengalami perubahan berarti dari dulu dikarenakan sasis MacBook Air sifatnya lebih fungsional, selama bisa menampung hardware yang dibutuhkan untuk menyokong kinerja, perubahan desain tidaklah terlalu penting.

HP Spectre 13 | Foto

Sementara itu, desain Spectre 13 selain fungsional seperti memindahkan posisi speaker ke atas keyboard demi membuat dimensi laptop lebih kecil lagi, warna emas pun jadi aksen utama yang membuat tampilan Spectre 13 lebih mewah.

HP Spectre 13 | Foto

Spectre 13 mempunyai berat sebesar 1,1 Kg, itu berarti sedikit lebih ringan dari MacBook Air dan (sangat) jauh lebih ringan dari MSI GL62-QF yang saya miliki. Disamping beratnya yang tidak seberapa, tebalnya hanya 10 mm saja, walau layarnya hanya berukuran 13,3 inci, tapi resolusinya sudah Full HD.

Performa

Dari segi spesifikasi, Spectre 13 hadir dengan prosesor Intel Core i7 Coffee Lake, RAM berkapasitas 16 GB dan hardisk SSD sebesar 512 GB. Tapi apakah secara keseluruhan Spectre 13 bisa menggantikan MSI GL62-QF milik saya dalam hal produktivitas?

Jika dibandingkan, tentu saja masih ada kekurangan seperti prosesor dan kartu grafis bawaan Intel yang digunakan di Spectre 13 masih kalah jauh dengan prosesor dan kartu grafis yang ada di MSI GL62-QF.

Sebagai catatan, skor Cinebench R15 Spectre 13 untuk kinerja CPU ada di angka 353 sedangkan MSI GL62-QF ada di angka 681. Kemudian kinerja kartu grafis Intel HD 620 milik Spectre 13 hanya menyentuh angka 38 fps sementara kinerja GTX 960M di MSI GL62-QF sudah menyentuh angka 73 fps. Jika dilihat dari angka, MSI GL62-QF lebih cepat dua kali lipat dari segi performa.

Tapi ketika diuji, Spectre 13 masih bisa menangani pekerjaan editing ringan di Adobe Premiere, memang masih lebih lambat dua sampai tiga menit ketika render file yang sama dengan menggunakan MSI GL62-QF, tapi hal tersebut menurut saya cukup impresif dan bisa jadi opsi alternatif pekerja kreatifyang berminat “hijrah” ke laptop Ultrabook.

HP Spectre 13 | Foto

Speaker Bang & Olufsen jadi pilihan HP untuk melengkapi sistem audio di Spectre 13. Hanya saja suara yang dihasilkan tidak begitu istimewa. Tapi yang jelas berbeda adalah suara terasa lebih kencang karena posisi speakerBang & Olufsen posisinya ada di atas keyboard dan mengarah langsung ke pengguna.

HP Spectre 13 | Foto

Pengalaman mengetik dengan keyboard chiclet di Spectre 13 pun tidak jauh beda dengan laptop MSI GL62-QF, masih terasa nyaman walau mengetik dalam waktu lama. Hal menarik lainnya adalah ada tombol backlit keyboardyang bisa kamu aktifkan sesuka hati.

Trackpad Spectre 13 juga cukup nyaman digunakan berlama-lama, tapi kalau kamu pengguna tombol fisik klik kiri dan kanan yang biasa ada di trackpadlaptop Windows pada umumnya mungkin membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan trackpad Spectre 13.

Mungkin hal yang paling memuaskan dari Spectre 13 adalah daya tahan baterainya yang cukup lama. Pemakaian normal untuk pekerjaan sehari-hari sambil browsing internet bisa tahan sampai tujuh jam, sangat membantu kalau kamu tipe orang yang punya mobilitas tinggi dan tidak sempat untuk mengecas laptop.

Hal lain yang mendukung produktivitas

Makin kecil ukuran pasti ada yang harus dikorbankan, seperti penggunaan SSD yang hanya berkapasitas 512 GB saja, tapi sekarang eranya teknologi komputasi awan alias Cloud, jadi urusan transfer dan penyimpanan file saya lebih sering mengandalkan teknologi Cloud. Justru berkat SSD yang disematkan, booting Spectre 13 jadi lebih cepat, kurang dari lima detiksejak pertama kali dinyalakan, saya sudah bisa langsung menggunakan laptop ini untuk bekerja.

HP Spectre 13 | Foto

Sama halnya dengan porta yang tersedia, biasanya makin kecil ukuran, makin banyak porta yang dikorbankan. Spectre 13 melakukan hal serupa, hanya menyisakan dua porta Thunderbolt dan satu porta USB-C.

HP Spectre 13 | Foto

Ketersediaan porta mungkin bisa menjadi masalah bagi pengguna yang sering transfer data dari berbagai macam sumber eksternal. Walau dibekali berbagai macam adapter, Spectre 13 hanya bisa mengakomodasi maksimal dua porta USB dan sayangnya tidak ada porta card reader yang cukup vital untuk pengguna khususnya saya pribadi yang sering transfer data via kartu memori.

HP Spectre 13 | Foto

Tapi mungkin hal tersebut beralasan karena HP ingin mempertahankan bentuk Spectre 13 agar tetap ramping dan fungsional. Kabar baiknya adalah porta headphone jack tetap ada (tanpa adapter) dan itu adalah nilai plus bagi saya yang sering menggunakan headphone ketika menggunakan laptop.

Satu-satunya fitur yang paling jarang saya gunakan adalah fitur touch screen, tapi mungkin bermanfaat untuk kaum profesional yang ingin menyulap Spectre 13 jadi sebuah alat presentasi kecil, responsif dan cukup memudahkan pekerjaan apalagi kalau kamu mengaktifkan mode tablet Windows.

Jadi, hijrah selamanya atau tidak?

Apakah Spectre 13 bisa jadi sebuah laptop pengganti MSI GL62-QF milik saya? Jawabannya tentu bisa, saya rela menukar beban berat tersebut dengan laptop Ultrabook seramping dan sekuat Spectre 13. Dengan bentuknya yang tipis, saya bisa lebih bebas bergerak dan lebih termotivasi untuk bekerja dimanapun dan kapanpun.

HP Spectre 13 | Foto

(idtechinasia)

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

3.428 Comments

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami