HEADLINESHukum

Pengamat Menilai Sulit MK Diskualifikasi Jokowi-Ma’ruf

BTN iklan

SURABAYA, LEI – Pengamat Politik Universitas Trunojoyo Madura (UTM) Surokim Abdussalam membuat sulit bagi Mahkamah Konstitusi (MK) untuk mendiskualifikasi pasangan Capres dan Cawapres Nomor Urut 01, Joko Widodo-Ma’ruf.

“Sulit rasanya untuk bisa dikabulkan lebih baik sampai didiskualifikasi. Paling banter prediksi saya majelis hakim akan memberi catatan atas menyalahgunakan kekuatan ( penyalahgunaan kekuasaan ) dan praktik memilih membeli / money politic ( politik uang) ,” kata Surokim untuk Antara di Surabaya, Senin.

Menurut dia, kemungkinan hasil tidak akan berubah karena jarak suara antara pasangan Capres-Cawapres Nomor Urut 01 Jokowi-Ma’ruf dengan pasangan Capres-Cawapres Nomor Urut 02 Prabowo-Sandi terlalu lebar atau hanya 16 juta suara.

Namun, lanjut dia, fakta adanya kelemahan Pemilu 2019 akan menjadi masukan atau catatan berharga untuk pelaksanaan pemilu mendatang.

“Jadi sama-sama akan menang dan sama-sama memenangkan karena telah menempuh jalan konstitusional yang bermartabat,” katanya

Selain itu, pihaknya memprediksi MK akan memberikan tekanan atas fasilitas negara, anggaran program kerja, anggaran APBN, mobilisasi birokrasi dan BUMN. MK juga memberikan perhatian terhadap netralitas negara sipil, polisi, intelejen dan penggunaan anggaran pemilu.

“Itupun dengan perspektif kualitatif yang diharapkan dari Pasangan Calon 02 Prabowo-Sandi,” katanya.
Pusat Penelitian Peneliti Surabaya (SSC) menilai tahap MK kali ini tidak menyetujui tahap pembuktian kecurangan saja tetapi akan lebih menjadi tahap pembentukan opini dan jalan kehormatan bagi para pasangan calon.(Antara)

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami