LiputanNasional

Pengawasan Terhadap K3 Dinilai Masih Rendah

BTN iklan

Jakarta/Lei- Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menilai kejadian lantai selasar ambruk di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan kepedulian pengusaha pemilik gedung terhadap persoalan kesehatan dan keselamatan kerja (K3) masih rendah.

“Saya menduga di dalam gedung tersebut tidak ada Panitia Pelaksana Keselamatan dan Kesehatan Kerja (P2K3) yang rutin memeriksa kondisi Gedung BEI terhadap keselamatan para pengunjung dan pekerjanya,” kata Iqbal melalui siaran pers diterima di Jakarta, Selasa.

Iqbal menduga pengawasan terhadap K3 gedung tersebut tidak dilakukan oleh Kementerian Ketenagakerjaan dan Dinas Ketenagakerjaan DKI Jakarta.

Bisa jadi, kata Iqbal, hal itu juga terjadi pada gedung-gedung lain yang ada di sepanjang Jalan Thamrin hingga Jalan Sudirman.

“Itu menunjukkan pemerintah pusat dan daerah belum peduli dengan isu K3. Apalagi, kecelakaan kerja terjadi terus menerus secara beruntun,” tuturnya.

Sebelum kejadian lantai ambruk di Gedung BEI, Iqbal menyebut juga ada kejadian lain yang terjadi akibat pelanggaran K3, yaitu ledakan pabrik kembang api di Tangerang, ledakan pipa pabrik di Bekasi dan tambang runtuh di Papua.

Iqbal mengatakan bila tidak ada tindakan tegas dari pemerintah terhadap pengusaha dan pemilik gedung yang melanggar K3, maka tidak akan pernah ada efek jera.

Akibatnya, sampai kapan pun persoalan K3 tidak akan pernah menjadi perhatian sungguh-sungguh oleh pengusaha. K3 hanya akan dilaksanakan sekadarnya.

“Baru setelah terjadi kecelakaan, jatuh korban dan diberitakan media, mereka kalang kabut berusaha menangkis berita-berita miring,” katanya.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

4 Komentar

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami