KesehatanNasional

Pengumuman Anis kepada Masyarakat Mengenai PSBB tahap ke-2

BTN iklan

LEI,Jakarta-Perihal diumumkannya PSBB gel. 2 oleh Gubernur DKI Jakarta Anis Baswedan pada hari minggu 13/9 lalu. Anis menyatakanKami menyadari bahwa pada saat ini seluruh masyarakat dan kita semua masih menghadapi tantangan yang tidak kecil terkait dengan Covid-19 ini. Dan kami di DKI Jakarta terus memastikan bahwa semua langkah yang kita lakukan adalah untuk memastikan keselamatan warga Jakarta, warga Indonesia dan semua yang berkegiatan di kota ini.

Prinsip transparansi dan keterbukaan, prinsip apa adanya dalam menyampaikan fakta-fakta, dari awal selalu kita pegang dan kita ingin agar seluruh masyarakat mengetahui persis situasi dan tantangan yang dihadapi di kotanya. Dengan begitu kita memiliki kesamaan pemahaman, agar bisa melangkah ke depan bersama dengan baik.

Beberapa hari yang lalu PSBB transisi berakhir, kita memerlukan waktu ekstra untuk merumuskan kebijakan-kebijakan atau detail kebijakan untuk PSBB mulai tanggal 14 September 2020, karena ada kondisi wabah yang agak berbeda dengan situasi sebelumnya

Kita menyadari bahwa wabah Covid-19 ini dinamis, ada masa di mana jumlah kasus aktif menurun, ada masa di mana jumlah kasus aktif meningkat dan ini menunjukkan bahwa kita harus kompak mengerjakan sisi pemerintah testing, tracing, isolasi, treatment. Di sisi masyarakat penggunaan masker, mencuci tangan rutin, menjaga jarak. Kekompakan ini diperlukan sekali.

Izinkan dalam kesempatan ini saya menyampaikan bahwa di bulan September memang terjadi peningkatan kasus yang cukup signifikan. Pada tanggal 30 Agustus, akhir Agustus kasus aktif di Jakarta 7.960. Pada saat itu kita menyaksikan bulan Agustus kasus aktif di Jakarta menurun.

Tapi memasuki bulan September sampai tanggal 11 September kemarin, jadi 12 hari pertama bertambah sebesar 3.864 kasus, atau sekitar 49% dibandingkan akhir Agustus. Dan bila kita lihat rentangnya, sejak 3 Maret pada saat pertama kali kasus positif diumumkan, sampai dengan tanggal 11 September ini lebih dari 190 hari. Dari 190 hari lebih itu 12 hari terakhir kemarin menyumbangkan 25% kasus positif. Walaupun yang sembuh juga kontribusinya 23%. Yang meninggal dalam 12 hari terakhir adalah 14%. Jadi dalam 190 hari ada 12 hari di mana kita menyaksikan peningkatan yang sangat signifikan.

Itulah sebabnya kita merasa perlu untuk melakukan langkah extra bagi penanganan kasus covid-19 di Jakarta karena sejak tanggal 4 Juni kita sudah mulai melakukan transisi. Di mana kegiatan-kegiatan yang semula tidak diizinkan, sudah mulai dibuka dan sudah mulai aktivitas sosial ekonomi budaya, bergerak.

Tetapi menyaksikan kejadian selama 12 hari terakhir ini kami merasa perlu untuk melakukan pengetatan agar pergerakan pertambahan kasus di Jakarta bisa terkendali. Karena bila ini tidak terkendali dampak ekonomi sosial budaya akan menjadi sangat besar. Itu sebabnya sebabnya kita melakukan formulasi yang berbeda dibandingkan dengan masa transisi kemarin. Formulasi yang berbeda inilah yang menyebabkan kita harus memerlukan waktu ekstra dan pada siang hari ini Alhamdulillah bisa kita sampaikan sama-sama.

Perlu kami garisbawahi bahwa di Jakarta kegiatan testing dilakukan secara masif karena kebijakan kita adalah mendeteksi kasus-kasus positif Covid-19 seawal mungkin. Dengan demikian maka mereka yang terpapar bisa melakukan isolasi agar tidak menularkan ke yang lain. Di sisi lain bila yang terpapar memiliki komorbid atau lanjut usia yang berisiko, maka kita bisa melakukan isolasi di fasilitas kesehatan kita.

Di seluruh Indonesia sudah dilakukan tes PCR sebanyak 1,49 juta. Jakata melakukan 732 ribu lebih dari seluruh jumlah tes di Indonesia. Masifnya tes yang dilakukan ini dalam rangka menyelamatkan nyawa warga Jakarta.

Beberapa hari terakhir kita menyaksikan angka kematian yang meningkat. Walau tingkat kematiannya menurun. tingkat kematian itu artinya angka statistiknya, presentase yang meninggal dibandingkan jumlah kasus memang menurun, tapi nominalnya jumlah orang yang meninggalnya mengalami peningkatan cukup tinggi.

Karena itulah kita banyak testing. Kita berharap bisa menyelamatkan lebih banyak nyawa di Jakarta karena itulah tugas utama kita. Kalau dihitung dengan standar WHO di Jakarta sudah tes lebih dari empat kali lipat standar WHO dan kita akan terus tingkatkan testing bahkan ke depan dua pekan ini tracing akan dilakukan peningkatan sangat signifikan. Ini adalah gambaran bahwa 12 hari terakhir kita hadapi masalah cukup menantang, kedepannya adalah pembatasan sehingga kita masuk fase pembatasan yang berbeda dengan masa transisi kemarin.

Pengelolaan PSBB di Jakarta ini diatur ada tiga pergub, Pergub No 33 tahun 2020 tentang pelaksanaan PSBB ditetapkan 9 april 2020. Kemudian Pergub No 79 2020 ditetapkan 19 Agustus terkait penerapan disiplin penegakan hukum protokol kesehatan. Lalu Pergub 88 tahun 2020 ditetapkan hari ini 13 September tentang perubahan Pergub 33.

aktivitas masyarakat pada masa PSBB. Doc. Dwitya Yonathan

Prinsipnya dalam masa PSBB yang berlaku sejak 10 April sampai hari ini Jakarta masih berstatus PSBB. Sesuai Permenkes PSBB itu berlaku 2 minggu dan dapat diperpanjang. Prinsipnya sebisanya tetap berada di rumah, tidak bepergian kecuali keperluan mendesak, kecuali untuk aktivitas usaha esensial yang memang diperbolehkan. Masyarakat sudah melakukan hidup sehat pada gelombang 1 kemarin, mereka melakukan aktivitas olah raga di rumah masing masing. Akan tetapi masih banyak juga yang melakukan aktivitas keluar rumah atau olah raga disekitaran wilayah rumahnya.
Redaktur bertemu dengan Santi penduduk asli bintaro yang sedang lalu lalang di daerah Bintaro untuk melakukan aktivitas dipagi hari yaitu dengan olahraga.
” Setiap pagi saya lakukan lari disekitaran sini dan masa PSBB gelombang 2 ini sama saja dengan PSBB masa transisi tidak ada bedanya”
Ujar Santi.┬áSanti juga menuturkan “Wabah covid ini menyusahkan saya harus olahraga menggunakan masker tapi sudah terbiasa dari kemarin pada masa PSBB gel.1 pada bulan Maret hingga Juli kemarin”

2 hari masa PSBB diperketat sudah di terapkan akan tetapi jalan-jalan masih ramai dipadati oleh masyarakat yang akan berpergian kerja.
Akan tetapi masyarakat sudah pada peduli mengenai kesehatan di tengah pandemi covid 19. Masyarakat sudah mulai beraktivitas olahraga untuk menjaga stamina dan kesehatan di tengah pandemi covid.

 

kontributor: Dwitya Yonathan Nugraharditama

 

Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami