Hukum

Pengusaha Didakwa Penistaan Agama, Dijerat Pasal Berlapis

BTN iklan

KARAWANG, (LEI) – Kebebasan saat berinternet memang kerap kali menyeret seseorang untuk melakukan perbuatan diluar batas. Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ermawan dan Wisnu mendakwa pengusaha Aking Saputra diduga telah melakukan penistaan agama.

JPU menyebutkan bahwa sekitar April 2017 dan dalam waktu yang lain terdakwa ternyata berturut-turut telah melakukan perbuatan berlanjut dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi. Informasi itu disebar untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu atau kelompok berdasarkan suku, agama dan ras.

Terdakwa juga membuat status di akun facebook Aking Saputra berbunyi “Kenapa ya anak-anak di Indonesia zaman sekarang banyak kelewatan bodohnya kalau bicara komunisme. Apakah anak zaman sekarang tahu bahwa banyak tokoh PKI adalah pemuka agama (tentunya mayoritas dari Islam).

Tak hanya itu, terdakwa juga menulis status di akun facebooknya yang berbunyi “Kitab sucinya mengajarkan kebencian, makian, ancaman, siksa neraka pedih, pembunuhan, hukum potong tangan, hukum rajam sampai mati”.

Dalam sidang yang dipimpin Hakim Ketua Surachmat SH MH itu, jaksa penuntut umum mendakwakan terdakwa dengan pasal 45 A ayat 2 jo pasal 28 ayat 2 Undang-Undang Nomor 19 tahun 2016 tentang Undang-Undang RI Nomor 11 tahun 2008 tentang Transaksi Elektronik jo pasal 64 ayat 1 KUHP dan dakwaan primer pasal 156 a huruf a KUHP jo pasal 64 ayat 1 KUHP dan subsider pasal 156 KUHP jo pasal 64 ayat 1 KUHP.

Sementara itu, sidang perdana kasus penistaan agama tersebut berlangsung dengan pengawalan ketat aparat kepolisian. Ratusan orang dari berbagai Ormas hadir menyaksikan sidang perkara tersebut. [Okezone]

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami