HukumSengketa Merek

Pengusaha Lokal Digugat Felix Buhler

BTN iklan

Jakarta, LEI – Perusahaan fesyen asal Swiss Felix Buhler AG menyeret pengusaha lokal Sumpena Rahardja di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat lantaran diduga mendompleng nama merek Felix Buhler.

Sengketa ini terdaftar dengan No.73/Pdt.Sus-Merek/2017/PN.Jkt.Pst.

Kuasa hukum Felix Buhler AG (penggugat) Budi Rahmat menuturkan, pihaknya tidak terima dengan tiruan merek Felix Buhler yang diproduksi oleh Sumpena (tergugat).

“Penggugat merupakan satu-satunya pemilik merek Felix Buhler di dunia sejak 1990. Merek lain selain milik penggugat harus batal demi hukum,” katanya, Kamis (8/2).

Budi berujar, penggugat telah mendaftarkan merek Felix Buhler di Direktorat Merek, Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual pada 4 Mei 2015. Merek penggugat diajukan dengan Nomor agenda D002015018545, melindungi kelas barang 18 (aksesori berbahan kulit) dan kelas 25 (pakaian, alas kaki, tutup kepala).

Namun hingga kini, pendaftaran itu terhambat lantaran adanya merek milik Felix Buhler milik tergugat.

Merek tergugat terdaftar dengan No. IDM000030238 atas nama Sumpena Rahardja, yang melindungi kelas barang 25. Merek tersebut terdaftar sejak 8 September 2003 dan diperpanjang pada 13 September 2012.

Atas dasar itu, gugatan diajukan oleh Felix Buhler AG. Pasalnya, merek tergugat memiliki persamaan pada pokoknya dengan merek penggugat. Persamaan itu dilihat dari penulisan, visualisasi dan ucapan.

Untuk memperkuat dalil gugatannya, pengguggat menyatakan Felix Buhler miliknya adalah merek terkenal dengan reputasi internasional.

Oleh sebab itu, dia mengklaim merek penggugat sudah diketahui oleh khalayak umum. Hal itu tidak terlepas dari investasi yang telah dikucurkan untuk ajang promosi.

Lebih lanjut, penggugat telah mendaftarkan mereknya di sejumlah negara seperti Jerman, Austria, Benelux, Spanyol, Italia, Perancis, Hungaria, Monako, Portugal, China, Korea Selatan, dan Taiwan.

Budi meminta majelis hakim mengabulkan gugatan penggugat untuk seluruhnya. Dalam petitumnya, dia meminta majelis hakim menyatakan penggugat adalah pemilik yang sah dan pemilik pertama merek Felix Buhler.

Penggugat juga meminta majelis hakim menyatakan batal merek milik tergugat karena diajukan dengan itikad tidak baik.

Terakhir, penggugat meminta majelis memerintahkan Direktorat Merek mencoret merek tergugat dari daftar umum merek.

Perkara ini telah memasuki agenda putusan pada Kamis (8/2). Namun, putusan ditunda dua pekan ke depan lantaran majelis belum siap dengan putusannya. Sejak persidangan pertama, tergugat tidak pernah menunjukkan batang hidungnya.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami