Hukum

Penjelasan IDI Mengenai Terpidana Korupsi Yang Pura-pura Sakit

BTN iklan

JAKARTA/Lei – Ketua Majelis Kehormatan Etika Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prijo Sidipratomo mengatakan, bahwa  IDI dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)  memiliki perjanjian kerja sama sejak 2012 yang memungkinkan KPK meminta pendapat soal kondisi tersangka atau terpidana korupsi.

Perjanjian ini membuat KPK tidak perlu percaya pada keterangan tunggal dari satu dokter yang merawat koruptor dan bisa mendapatkan pendapat kedua (second opinion).

Prijo menjelaskan, bahwa bila ada perbedaan antara keterangan dokter yang merawat dan pendapat dari tim IDI, yang bisa dipegang adalah pernyataan dari IDI.

“Karena IDI induk organisasi semua dokter. Kedua, IDI imparsial dan bersandar (pada) profesionalisme,” katanya di Bakoel Koffie, Cikini, Jakarta, Selasa (10/10/2017).

Prijo bercerita, sebelum ada perjanjian ini, pernah ada dokter yang bekerja sama dengan terpidana korupsi untuk membantunya melarikan diri. Dokter tersebut membantu terpidana ini membuatkan surat keterangan sakit agar bisa berobat di Singapura. Sayangnya, ia lupa nama dokter dan terpidana tersebut.

Namun, saat ini Prijo meyakini sudah tidak ada lagi dokter yang melakukan hal curang seperti itu.

“Yang dulu-dulu, sekarang pada tiarap,” ujarnya.

Prijo menuturkan pihaknya akan menindak tegas dokter yang mengeluarkan keterangan palsu demi membantu koruptor dan mengancamnya dengan pencabutan izin praktik.

“Kalau pelanggaran etika, akan kami sidangkan di majelis etika. Tapi, kalau masuk obstruction of justice, bisa hukuman paling berat, yaitu pencabutan izin,” tuturnya.

Sebelumnya, KPK berencana meminta pendapat dari IDI terkait dengan kondisi kesehatan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Setya Novanto, yang sempat jatuh sakit saat malam sebelum pemeriksaannya di KPK sebagai tersangka dugaan korupsi Kartu Tanda Penduduk elektronik pada pertengahan bulan lalu.

Kondisi kesehatannya menjadi perbincangan publik lantaran diduga hanya berpura-pura setelah viral foto yang menunjukkan Setya dirawat, tapi memiliki kejanggalan.

Prijo menuturkan pihaknya belum pernah menerima permohonan dari KPK untuk memeriksa kondisi Setya. Setya akhirnya keluar dari rumah sakit pada Senin pekan lalu setelah status tersangkanya gugur karena gugatan praperadilannya dikabulkan.

Sumber : Tempo

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami