BTN ads
EntertainmentLifestyleNasional

Penjelasan Polemik ERK dan Bekraf soal Dana ke SXSW 2018

JAKARTA, (LEI) – Efek Rumah Kaca (ERK) batal berangkat ke festival musik akbar South By South West (SXSW) di Texas, Amerika Serikat, sebagai musisi Indonesia yang dibantu Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf). Itu dikonfirmasi basis ERK, Poppie Airil pada Rabu (7/3).

“Kami tetap main [di SXSW], tapi pakai biaya sendiri,” terang Poppie melalui pesan singkat kepada CNNIndonesia.com. SXSW sendiri terselenggara 9 sampai 17 Maret mendatang.

Awalnya, jelas Poppie, Bekraf akan membantu memberangkatkan ERK yang terpilih main di SXSW, setelah tahun lalu Lightcraft berangkat untuk acara yang sama. Namun hanya ada lima personel yang bisa dibiayai. Empat personel sisanya harus berangkat dengan dana sendiri.

Mereka lantas manggung di sejumlah kesempatan, termasuk konser minggu lalu yang diselenggarakan di Universitas Indonesia, Depok. Uang dari penjualan kaset serta pernak-pernik pun dikumpulkan sehingga bisa memberangkat empat personel ERK yang tak tertanggung Bekraf.

Belakangan, ERK mengetahui total bantuan dana Bekraf yang terdiri dari tiket dan akomodasi sekitar Rp235 juta sebenarnya cukup membiayai keberangkatan mereka dengan formasi lengkap. Namun dana itu hanya dialokasikan Bekraf untuk keberangkatan lima personel saja.

ERK pun menyayangkan kurangnya efisiensi penggunaan dana dari Bekraf. Mereka sempat membandingkan, harga tiket pesawat yang dianggarkan Bekraf sebesar Rp32 juta per orang jauh lebih mahal dari yang mereka temukan di internet. Jika penganggaran bisa lebih efisien, ERK tak perlu pusing cari tambalan dana.

Dugaan penyelewengan dana pun sempat muncul.

“Padahal dari awal mereka enggak bilang jumlahnya bisa sebesar itu. Jadi kayaknya mereka seperti enggak peduli kalau kita tampil maksimal, dan berdarah-darah cari dana untuk berangkakan sisa personel,” kata Poppie. ERK lantas mengambil keputusan tegas.

Mereka akan berangkat tanpa bantuan Bekraf sama sekali.

ERK pun harus mengeluarkan dana sebesar Rp300 juta untuk transportasi, akomodasi dan kebutuhan lain untuk 10 personel. Kata Poppie, uang itu sudah terkumpul dari kampanye penggalangan dana dengan tampil di berbagai acara, konser dan penjualan pernak-pernik.

Proses penggalangan dana hingga kini masih dilakukan dengan menjual kaset bertajuk Purwaswara. Kaset itu berisi demo lagu-lagu ERK dan dibanderol dengan harga Rp100 ribu.

Poppie menyebut, dengan dana yang ada ERK sudah membeli tiket dan akan sampai di Austin, Texas, pada Kamis (15/3) mendatang. Band asal Jakarta ini dijadwalkan tampil Jumat (16/3).

Jawaban Bekraf

Di sisi lain, Bekraf memberi penjelasan mengapa anggaran mereka terbatas pada lima personel dan tiga band yang berangkat ke SXSW. Itu berawal dari 2017 lalu, saat untuk pertama kalinya panitia SXSW memilih lebih dari satu band dari Indonesia untuk tampil.

“Kami tidak menyiapkan anggaran untuk banyak band,” ujar Wakil Kepala Bekraf Ricky Pesik kepada CNNIndonesia.com, Rabu (7/3). Mereka lantas mengajukan anggaran lebih besar, namun tetap dengan batasan. “Jadi bisa berangkatkan tiga band, masing-masing lima orang.”

“Kalau lebih bayar sendiri,” lanjut Ricky.

Total anggaran yang ada biasanya sekitar Rp5-6 miliar. Angkanya Ricky tidak tahu persis. Namun yang jelas, uang itu termasuk akomodasi selama di Amerika Serikat dan sewa lahan untuk membangun paviliun di mana start up pilihan dari Indonesia bisa promosi.

Hitungan kepala, dana itu untuk memberangkatkan 25 ‘delegasi.’ Sebanyak 15 dari musisi (tiga band, tiap band lima orang) dan 10 sebagai perwakilan start up (lima start up, masing-masing dua orang untuk bergantian menjaga stan di SXSW).

Namun dana itu belum termasuk tiket pesawat.

“Sesuai peraturan Kementerian Keuangan, sistemnya per lump sum. Demikian juga untuk tiket pesawat. Misalnya ke AS, pejabat Eselon 1 jatahnya sekian. Saya bisa naik pesawat apa. Kalau SQ misalnya, plafonnya enggak cukup, mungkin Emirates cukup,” Ricky menjelaskan.

Selebriti yang diberangkatkan, kata Ricky, setara pejabat Eselon 2 atau 3.

“Saya tidak tahu ERK mendapat angka bujet itu dari mana. Yang di-quote itu bukan harga yang dibeli, melainkan batas atas tiap pembelian,” tutur Ricky lagi.

Pembelian tiket pesawat melalui lembaga pemerintah, katanya, memang selalu lebih mahal dibanding membeli sendiri lewat agen travel online. Sebab, lembaga pemerintah tidak pernah membeli tiket fixed sehingga tak bisa dikembalikan. Yang dipilih selalu yang fleksibel.

“Kalau beli tiket fixed, kalau berubah atau dibatalkan, kena denda atau harus membeli yang baru. Itu tidak boleh di anggaran pemerintah. Jadi rugi kan?” ia menjelaskan.

Lembaga pemerintah seperti Bekraf juga tidak bisa memberi uang mentah ke band yang bersangkutan lalu dikelola sendiri, lantaran mereka pun tidak menerima uang itu secara fisik. Lagipula, lagi-lagi itu tidak diperbolehkan oleh aturan pemerintah.

“Dana itu kan disetujui Kementerian Keuangan, lalu turun ke perbendaharaan. Mereka yang membayarkan langsung atas nama Bekraf ke pihak ketiga. Dalam hal ini, harus perusahaan travel. ERK kan bukan perusahaan travel, dan Bekraf tidak memegang uang fisik,” ujarnya.

Ricky mengatakan Bekraf tidak bisa memaksa jika ERK memang ingin mundur dari bantuan lembaganya. Uang yang sudah dianggarkan pun bukan berarti bisa dialokasikan ke yang lain. Uang itu akan kembali ke perbendaharaan Kementerian Keuangan karena tidak dipakai.

Lagipula, lanjutnya, sampai saat ini ERK belum dibelikan tiket oleh Bekraf.

“Tapi dana itu ada. Kalau nanti sampai hari terakhir ERK berubah pikiran dan mau pakai duit dari Bekraf, ya kami akan bayari, karena itu memang hak mereka,” tegas Ricky. [cnn indonesia]

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Komentar Anda...

Related Articles

Close
Close