Olahraga

Penjelasan Wasit Thoriq Alkatiri Soal Penalti Kontroversial Madrid

BTN iklan

(LEI) – Nyaris saja. Ya, hampir saja Juventus mengikuti comeback AS Roma kala menjungkalkan Barcelona sehari sebelumnya. Sayang, nasib mujur tampaknya belum berpihak kepada La Vecchia Signora.

Tepat saat detik-detik akhir babak kedua, Real Madrid mendapatkan tendangan penalti akibat pelanggaran bek Juventus, Medhi Benatia, terhadap Lucas Vazquez. Bola hasil umpan tandukan Cristiano Ronaldo diterima Vazquez di mulut gawang, tetapi belum sempat mengeksekusi, tiba-tiba Benatia menerjangnya dari belakang.

Tanpa ampun, wasit Michael Oliver yang memimpin pertandingan, menunjuk titik putih. Protes tak karuan dilancarkan penggawa Juventus. Mereka menganggap tak ada pelanggaran di sana. Hingga laga berakhir, kontroversi terkait tepat atau tidaknya penalti tersebut pun terus bergulir.

Banyak yang menilai–terutama Juventini tentunya–Benatia mengambil bola, sehingga tak melanggar Vazquez. Akan tetapi, tak sedikit pula yang berpendapat bahwa keputusan Oliver sangat tepat memberikan penalti kepada Madrid.

Oke, daripada terus-menerus debat kusir, kumparan (kumparan.com) mencoba melihat kejadian itu langsung dari sudut pandang wasit. Kami lantas berbincang dengan wasit nasional, Thoriq Alkatiri, pada Kamis (12/4/2018).

Eits, jangan dulu Anda mengernyitkan dahi. Memang wasit Indonesia kerap menerima kritikan, tetapi Thoriq bukanlah bagian di dalamnya. Percayalah.

Selain berlisensi FIFA, pria asal Purwakarta ini juga menjadi satu-satunya wasit Indonesia yang bertugas dalam ajang Liga Champions Asia pada musim ini. Hal itu setidaknya sudah bisa menggambarkan kualitas dari wasit 29 tahun ini.

Karena fakta itu, pandangan Thoriq kami anggap bisa mewakili akan penjelasan terknis terkait keputusan yang diambil Oliver. Mari simak wawancara kumparan berikut ini.

Halo Thoriq, apa kabar?

Kabar baik. Saya kebetulan baru mendarat di Palembang untuk memimpin pertandingan Liga 1.

Nonton pertandingan Madrid vs Juventus?

Iya, saya nonton. Ramai ya he he he…

Memang menyakitkan bagi sebagian orang, tapi itulah sepak bola. Kalau kejadian menit 60 atau 70 mungkin nggak akan rame seperti ini.

Bagaimana kejadian di dalam kotak penalti Juventus dari mata Anda?

Saya bisa bilang itu 100% penalti (untuk Madrid). Kenapa? Karena Benatia jelas tidak memainkan bola.

Dia mencoba memainkan bola dengan cara yang sangat berisiko untuk melanggar pemain. Dan, akhirnya bola juga tidak bisa diambil.

Ya, katakanlah, walaupun bola itu kena, tapi 50% akan terjadi foul (pelanggaran).

Tidak bisa disebut juga sebagai soft foul (pelanggaran halus)?

Dalam pandangan saya, nggak bisa disebut begitu. Karena kalau tidak ada foul, kemungkinan besar gol. Sampai 90% kemungkinannya untuk tercipta gol. Malah, kalau dulu, Benatia dapat kartu merah juga.

Melihat posisi Oliver, terlihat dia membelakangi pemain saat kejadian. Apakah itu posisi tepat dari seorang wasit untuk mengambil keputusan?

Nah, ini sebetulnya… Posisi dia (Oliver) sebetulnya tidak tepat, tapi foul-nya tepat. Karena terkadang posisi tepat, keputusannya salah.

Karena penilaian dari seorang referee assessor (pihak yang mengevaluasi wasit setelah pertandingan) terhadap kinerja wasit adalah posisi dan keputusan harus tepat.

Jika ada kejadian di dalam kotak penalti, posisi di mana yang paling tepat untuk wasit?

Tidak hanya di dalam kotak penalti, ya. Dalam situasi di manapun, posisi wasit yang baik adalah harus berada di antara pemain.

Memang itulah sulitnya jadi wasit. Harus punya reading the game yang bagus. Bola mengalir ke mana, kita harus tahu. Yang tidak kalah penting, wasit juga harus punya stamina yang bagus.

Bagaimana dengan kartu merah yang diterima kiper Juventus Gianluigi Buffon?

Kalau saya lihat, sih, mungkin ada protes berlebihan by words (kata-kata). Karena dalam peristiwa itu tidak ada kontak fisik (Buffon kepada wasit).

Apakah sudah tepat langsung memberikan Buffon kartu merah?

Dalam pandangan saya, keputusan itu sangat tepat.

Oke, terima kasih penjelasannya…

Sama-sama.

[Kumparan]

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami