BTN iklan
Liputan

Penjual Ogoh-Ogoh Marak Jelang Nyepi

DENPASAR, 9/3 (LEI) – Penjual “Ogoh-Ogoh” atau boneka berukuran kecil yang melambangkan buta kala mulai marak memajang dagangannya di pinggir jalan raya Sempidi, Kabupaten Badung, Bali menjelang perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1940.

“Kebanyakan pembeli boneka ‘Ogoh-ogoh’ berasal dari luar daerah Bali seperti Surabaya, Lumajang, dan Malang,” kata penjual “Ogoh-Ogoh”, Siluh Made Mastini di Sempidi, Badung, Bali, Jumat.

Dia mengatakan penjual “Ogoh-Ogoh” berukuran kecil saat ini cukup banyak sehingga terjadi persaingan antarpenjual tidak bisa dipungkiri dan menurunkan omzet penjualan.

“Tahun ini terasa berbeda, omzet penjualan ‘Ogoh-Ogoh’ menjelang Nyepi kali ini sedikit mengalami penurunan, beda ketika perayaan Nyepi tahun lalu,” katanya.

Dia merinci harga “Ogoh-Ogoh” dagangannya berkisar dari Rp30 ribu hingga harga tertinggi Rp600.000 tergantung jenisnya dengan keuntungan dari Rp2.000 sampai Rp5.000 per buah.

Penjual “Ogoh-Ogoh” lainnya, Nyoman Sariani mengatakan dia menjual beragam jenis Ogoh-Ogoh” yaitu mulai dari “Ogoh-ogoh” berkepala tiga, Hanuman, Nrisimha Paksi, Ganesha, Celuluk, dan Rangda.

Dia menambahkan “Ogoh-Ogoh” yang dijualnya itu dipasok langsung dari perajin di Kabupaten Karangasem dan kawasan Sukawati, Kabupaten Gianyar.

Sariani juga mengatakan di antara berbagai jenis “Ogoh-Ogoh” yang dia jual itu kebanyakan yang dibeli warga adalah “Ogoh-Ogoh” dengan harga kisaran Rp30 ribu hingga Rp100 ribu.

Gusti Ngurah Putra yang juga pedagang “Ogoh-Ogoh” di kawasan itu mengatakan bisa mendapat omzet penjualan Rp5 juta sampai Rp10 juta per hari karena sudah memiliki langganan tetap.

“Omzet yang besar itu juga karena modal menjadi pedagang ‘Ogoh-Ogoh’ cukup besar, sekitar Rp200 juta,” katanya. [antara]

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Komentar Anda...

Related Articles

Close
Close