Hukum

Penulis Buku “Jokowi Undercover” Divonis 3 Tahun

BTN iklan

BLORA, (LEI/detik) – Bambang Tri Mulyono, orang yang menjadi penulis buku ‘Jokowi Undercover’, dikenai vonis hukuman 3 tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Blora, Jawa Tengah. Majelis hakim PN Blora menilai Bambang bersalah telah menyebarkan ujaran kebencian melalui media sosial, yakni Facebook, dengan akun Bambang Tri.

Dia juga dianggap bersalah telah menghina penguasa. “Terdakwa dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang mengandung unsur pendiskriminasian suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) serta mengandung fitnah dengan mengaitkan terhadap kelompok masyarakat tertentu,” kata ketua majelis hakim Makmurin Kusumastuti di PN Blora, Jawa Tengah, Senin (29/5/2017).

“Menjatuhkan pidana kepada terdakwa dengan pidana penjara selama 3 tahun,” ujar Makmurin.

Apa isi buku itu?

(baca: Ini Isi Buku “Jokowi Undercover, Penulisnya jadi Tersangka)

Ingin Mengajukan Banding

Sebelum menutup sidang, Makmurin menanyakan tanggapan Bambang atas putusan tersebut. Bambang pun langsung menyatakan banding atas putusan tersebut.

“Saya akan banding. Saya tak bersalah. Semua ini ada permainan mafia pengadilan. Akan saya pecat semua pengacara saya,” ucap dia yang didampingi petugas.

Selama proses hukum yang menjeratnya, Mas Mul didampingi tiga kuasa hukum, yakni Ahmad Hadi Prayitno, Hendri Listiyawan Nugroho, dan Firda Novita.

Pengacara Mas Mul, Hendri, mengaku tidak puas dengan keputusan Majelis Hakim. Untuk selanjutnya, pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada kilennya, Mas Mul.

“Keputusan hakim terlalu berat. Ada pertimbangan lain yang seharusnya bisa lebih ringan hukumannya. Upaya banding nantinya menjadi urusan Pak Bambang. Tidak benar itu jika kami ada main. Kami sudah berusaha sepenuhnya,” kata Hendri.

Bambang ditetapkan sebagai tersangka karena membuat buku ‘Jokowi Undercover’. Buku tersebut dianggap berbau SARA. Dia menggunakan media sosial untuk mendistribusikan buku itu. Tidak ada toko buku yang menjual hasil karyanya tersebut.

Bambang pun ditangkap pada Jumat (30/12/2016) oleh Bareskrim Polri di Blora. Dia dibawa ke Jakarta untuk dimintai keterangan.

Polisi akhirnya menyatakan kasus itu telah lengkap atau P21 pada Senin (27/2/2017). Kasus tersebut dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Blora.

Bambang dijerat Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis, serta Pasal 207 KUHP tentang Penghinaan terhadap Penguasa.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Close