HEADLINESTraveling

Penyandang Disabilitas Perlu Akses Mudik

BTN iklan

Jakarta/Lei – Jakarta Barrier Free Tourism (JBFT) mengatakan penyandang disabilitas memerlukan akses mudik yang selama ini belum tersedia di terminal, pelabuhan dan stasiun, sehingga mereka sangat kesulitan untuk pulang kampung.

“Saat ini para penyandang disabilitas tidak bisa sendirian ke terminal, pelabuhan, dan stasiun untuk mudik secara nyaman dan aman karena tidak tersedia fasilitas-fasilitas yang ramah disabilitas,” kata salah satu anggota JBFT Trian Gembira mewakili para penyandang disabilitas dalam acara Pelepasan Mudik Ramah Anak dan Disabilitas (MRAD) 2017 di Jakarta, Jumat.

Menurut Trian seperti orang yang normal para penyandang disabilitas juga butuh mudik, karena itu dia berharap akan banyak lembaga dan perusahaan yang dapat menyelenggarakan mudik ramah disabilitas seperti yang telah dilakukan oleh Bank Syariah Mandiri.

Bank Syariah Mandiri dengan dukungan berbagai pihak seperti Kementerian Sosial, Bank Mandiri Syariah, Satgas-PA dan juga JBFT telah dua kali menyediakan moda transportasi yang ramah bagi penyandang disabilitas.

Pada tahun ini sebanyak 66 orang, di mana 18 orang tunadaksa, 11 orang tunanetra, enam tunarungu dan 32 orang pendamping atau keluarga ikut mudik ramah disabilitas dengan tujuan Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur pada Jumat di Jakarta.

Sebelum para peserta mudik dilepas, para penyandang disabilitas melakukan pemeriksaan kesehatan sebagai bagian persiapan dan proses Mudik Ramah Anak dan Disabilitas (MRAD).

Pengecekan dan pengawalan kesehatan dilakukan Dokter Bhinneka Tunggal Ika (DBTI).

Inisiator MRAD Ilma Sovri Yanti mengatakan mudik ramah disabilitas tahun ini telah mengalami peningkatan, tahun lalu hanya ada satu mobil akses yang mengangkut para pemudik disabilitas.

“Tahun ini ada sudah ada dua mobil akses yang dapat digunakan teman-teman disabilitas untuk mudik, mereka akan diantar ke rumah masing-masing dan nanti mereka juga akan dijemput,” tuturnya.

Selama perjalanan juga disediakan makanan, minuman, popok dewasa serta kasur untuk mereka beristirahat.

Menurut Ilma gerakan mudik ramah disabilitas ini menjadi media sosialisasi dan edukasi bagaimana masyarakat berkomunikasi dengan penyandang disabilitas.

Rencananya mereka akan gelar aksi sosialisasi MRAD dan audit fasilitas fisik maupun non-fisik ramah disabilitas di “Rest Area” 19 KM Bekasi, Jawa Barat, sebagai bagian edukasi publik dan upaya menuntut pemerintah untuk memenuhi hak-hak disabilitas.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami