Hukum

Penyebutan Nama Belum Berarti Terlibat

BTN iklan

Jakarta/Lei- Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Alexander Marwata mengatakan bahwa penyebutan atau pencantuman nama seseorang di surat dakwaan belum berarti yang bersangkutan terlibat dalam suatu perkara.

Mantan hakim ad hoc Pengadilan Tipikor Jakarta itu menjelaskan bahwa untuk bisa menetapkan seseorang menjadi tersangka atau terdakwa tidak bisa hanya mengandalkan keterangan dari satu orang saja.

Dalam pembuktian keterlibatan seseorang dalam suatu perkara, kata dia, tidak hanya mengandalkan kata orang atau bukti sepihak, sementara verifikasi dan klarifikasi itu masih jauh dari fakta hukum yang bisa menunjukkan yang bersangkutan betul-betul terlibat.

Pria kelahiran Klaten pada 26 Februari 1967 itu meminta semua pihak untuk berpikiran jernih dalam menyikapi penanganan kasus korupsi e-KTP.

“Nama siapapun bisa saja muncul dalam sebuah kasus atau surat dakwaan, namun publik tidak perlu menjustifikasi seseorang itu terlibat karena bisa jadi nama itu hanya disebut-sebut oleh saksi sepihak tanpa bukti kuat,” katanya.

Hal tersebut disampaikan Alex menanggapi pertanyaan Wali Kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo pada acara Workshop Pembangunan Budaya Integritas Bagi Forkompimda Provinsi dan Kabupaten/Kota Se-Jateng di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Komplek Kantor Gubernur Jawa Tengah.

Pada kesempatan tersebut, Rudy meminta KPK memperjelas status Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo karena saat ini status yang bersangkutan seperti digantung oleh KPK sehingga hal itu menjadi pro dan kontra di masyarakat, bahkan menjadi komoditas politik menjelang Pilgub Jateng 2018.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

One Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Close