Mahkamah Agung

PERADI: e-Court Minimalisir Potensi Permainan di Pengadilan

BTN iklan

Jakarta, LEI – Ketua Umum DPN PERADI, Juniver Girsang, menilai penerapan aplikasi e-court dapat meminimalisir atau mempersempit potensi terjadinya ‘permainan’ hingga praktik suap di pengadilan.

Juniver dalam keterangan pers yang diterima LEI di Jakarta, Kamis (26/7/2018), menyampaikan, aplikasi ini meminimalisir kontak langsung antara pegawai pengadilan dengan pihak berperkara, termasuk advokat.

“Dengan cukup mendaftar melalui e-filling, sehingga mempersempit adanya interaksi langsung atara advokat dan pengawai pengadilan,” ujar Juniver.

Selain itu, penerapan e-court juga menjadikan hanya avokat yang terdafar atau resmi yang bisa berpraktik di pengadilan karena mereka harus mendaftar terlebih dahulu. Profil advokat sudah terdata secara tertib di dalam aplikasi yang kemudian data-datanya diverifikasi oleh pengadilan dan MA.

“e-court juga merupakan jawaban atas keluhan masyarakat pencari keadilan maupun advokat karena proses beracara di pengadilan jadi lebih cepat, transparan dalam arti jumlah biayanya sudah pasti, lebih efektif, dan efisien. PERADI sangat mendukung penerapan aplikasi e-court ini,” kata Juniver.
Agar seluruh avokat mengetahui aplikasi dan penggunaannya, MA bekerja sama dengan DPN PERADI di bawah pimpinan Juniver melakukan sosialiasi pada Jumat pekan kemarin.

Menurut Juniver, soal sosialiasi e-court kepada advokat sangat penting karena nantinya mereka wajib menggunakan aplikasi ini. “Ini merupakan aplikasi layanan yang menjadikan pendaftaran perkara gugatan perdata bisa dilakukan secara online, termasuk juga dalam memanggil para pihak.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami