Hukum

Perang Saling Lapor Karena Ujaran Kebencian Eggi Sudjana

BTN iklan

JAKARTA, (LEI) – Jika sudah menyangkut perihal singgung menyinggung SARA, seolah di Indonesia ini tidak ada habisnya. Beberapa waktu lalu, pengacara Eggi Sudjana dilaporkan terkait ujaran kebencian oleh sejumlah perwakilan ormas ke Bareskrim.

Eggi dilaporkan atas pernyataannya saat diwawancarai sejumlah media setelah menjadi saksi ahli dalam sidang gugatan Perppu Ormas di Mahkamah Konstitusi (MK), Senin (2/10/2017) lalu.

“Waktu itu mengucapkan bahwa sila Ketuhanan Yang Maha Esa itu hanya berlaku ke Islam saja. Jadi, selain agama nonmuslim, itu tidak Berketuhanan Yang Maha Esa. Di videonya seperti itu,” kata salah satu pelapor, Norman alias Kanjeng Pangeran Hadinegoro.

Norman merupakan Ketua Umum Perjuangan Umum Rakyat Nusantara. Dia bersama rekan-rekannya antar-ormas melaporkan Eggi ke Bareskrim. Dia mengatakan Eggi sempat mengumbar perkataan, kalau gugatannya di Mahkamah Konstitusi (MK) dikabulkan, agama selain Islam tak boleh ada di Indonesia.

“Jadi saya yakin, yang datang ke sini (melaporkan Eggi) akan banyak sekali. Saya minta Eggi minta maaf kepada masyarakat Indonesia,” tuturnya.

Meski Eggi minta maaf, Norman akan memaafkannya. Namun pelaporan akan jalan terus untuk memberikan efek jera. “Ini masalah perasaan hati, bukan hanya umat non-Islam saja, melainkan umat Islam sendiri yang kecewa. Apa yang dilakukan Eggi ini adalah menistakan agama,” tuturnya.

Norman menambahkan pihaknya menyerahkan bukti rekaman video kepada Bareskrim dan membawa 3 saksi yang menyaksikan langsung pernyataan Eggi. Salah satu pelapor sekaligus saksi di MK, Bistok Pangaribuan, mengatakan Eggi menafsirkan ajaran agama lain atas kemauan sendiri. Seperti menerjemahkan ajaran Trinitas bagi umat Nasrani, Hindu Tridarma, dan ajaran agama Buddha tak memiliki konsep ketuhanan.

“Ini kan sangat SARA. Menerjemahkan Ketuhanan Yang Maha Esa saja salah. Padahal Ketuhanan Yang Maha Esa itu adalah orang Indonesia itu harus percaya kepada Tuhan apa pun, yang diakui oleh negara,” tuturnya.

Laporan ini diterima Bareskrim Polri dengan No LP / 102 / IX/2017 Bareskrim Polri. Eggi dilaporkan melanggar UU tindak pidana Sara Pasal 45A (Ayat 2) dan Pasal 28 (Ayat 2) UU No. 19 Tahun 2016 atas perubahan UU No. 11 Tahun 2008 Tentang ITE.

Eggi Laporkan Balik

Eggi Sudjana melaporkan balik pihak-pihak yang telah mengadukannya ke polisi soal pandangannya mengenai konsep keesaan Tuhan. Johanes L Tobing, salah satu advokat dari Aliansi Advokat Nasionalis, tidak takut menghadapi laporan Eggi.

“Secara prinsip, saya mewakili Aliansi Advokat Nasionalis, bahwa secara prinsip saya tidak pernah takut, kami tidak takut dan gentar atas pelaporan balik terhadap kami,” tegas Johanes dikutip dari detikcom, Selasa (10/10/2017).

Berkas Laporan Balik Eggi Sudjana
Berkas laporan balik Eggi Sudjana (*)

Hal ini justru yang ditunggu-tunggu oleh Johanes. Ia siap bertarung melawan Eggi di pengadilan untuk membuktikan siapa yang benar dan salah.

“Artinya, saya pribadi, ini yang saya tunggu-tunggu agar kita buat pembenaran diri kita masing-masing, kita buktikan di pengadilan,” ucapnya.

Johanes mendukung polisi untuk segera memanggil pihak-pihak yang beperkara agar kasus ini segera disidangkan di pengadilan. “Saya mendukung penyidik merampungkan ini. Saya sebagai pimpinan Aliansi Advokat Nasionalis, kami juga sudah bersedia siap menghadapi itu,” tandas Johanes.

Sebelumnya, Eggi melalui pengacaranya, Arvid Saktyo, melaporkan sejumlah pihak ke Bareskrim Polri. Laporan itu diterima Bareskrim Polri dengan LP/103/X/2017/Bareskrim tertanggal 10 Oktober 2017. [detikcom]

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

One Comment

  1. I’m truly enjoying the design and layout of your site. It’s a very easy on the eyes which makes it much more enjoyable for me to come here and visit more often. Did you hire out a designer to create your theme? Outstanding work!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Close