Ekonomi

Perdagangan Bebas Kesempatan Besar UMKM Raih Keuntungan

BTN iklan

Jakarta, LEI – Tenaga Ahli Bidang Strategi Promosi dan Pemasaran FTA Center Ditjen PPEI Kemendag, Aryoko Mochtar, mengatakan, menjadi pemain global bukan lagi pilihan, melainkan merupakan suatu keharusan bagi para pelaku UMKM dalam negeri untuk bisa tetap eksis di dunia perdagangan.

“Pemerintah Indonesia dengan beberapa negara sudah membuat perjanjian perdagangan atau Free Trade Agreement,” kata Aryoko saat menjadi pembicara dalam¬† Workshop Strategi KUMKM Dalam Menghadapi Dampak Perdagangan Bebas, di Jakarta, Rabu (3/10/2018).

Dengan perjanjian, lanjut Aryoko dalam keterangan pers, perdagangan barang dan jasa tertentu hasil perjanjian dapat melewati perbatasan negara masing-masing tanpa dikenakan hambatan tarif atau hambatan nontarif saat melakukan perdagangan internasional.

Sementara itu, salah seorang pelaku UKM ekspor bernama Yennas Chandra mengungkapkan, bagi UMKM yang telah siap menghadapi persaingan global, maka perdagangan bebas merupakan kesempatan besar untuk mendapatkan keuntungan yang besar juga.

“Sebaliknya, bagi UMKM yang tidak siap, akan bangkrut karena produknya tidak mampu bersaing dengan produk impor, atau kalah kualitas dan kalah harga,” kata Yennas.

Di samping itu, kata Yennas, bila UMKM Indonesia tidak siap bersaing, maka pasar domestik akan menjadi pasar empuk bagi negara-negara lain.¬†“Karena UMKM kita bangkrut dan tidak produksi lagi, maka akhirnya kita hanya akan menjadi pedagang, distributor, dan konsumen saja,” ungkapnya.

Yennas pun menyarankan, UMKM yang kecil-kecil harus bergabung membentuk koperasi yang moderen (Modern Cooperative) yang dipimpin oleh team management dengan sistem rekrutmen pengurus yang profesional, kompeten, dan berintegritas.

“Karena telah terbukti bahwa koperasi-koperasi di luar negeri sangat berhasil dan telah banyak menjadi perusahaan raksasa. Misalnya, Japan Agriculture Cooperative di Jepang, Fairprice di Singapura, hingga koperasi-koperasi besar lainnya asal AS seperti Ace Hardware,” pungkas Yennas.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami