HukumLiputan

Perdagangan Obligasi lebih Tinggi dari Sebelumnya

BTN iklan

JAKARTA, LEI/Antara — Nilai transaksi perdagangan harian itu lebih tinggi dari pencapaian 2015 dengan komposisi transaksi surat berharga negara (SBN) sebesar Rp13,8 triliun dan untuk obligasi korporasi sebesar Rp763 miliar.

Rerata nilai transaksi harian perdagangan obligasi negara dan korporasi berpotensi lebih tinggi dari tahun lalu. Sejauh ini, rata-rata nilai transaksi harian SBN mencapai Rp14,4 triliun dan obligasi korporasi Rp844 miliar.

Ariawan, analis fixed-income BNI Securities, memperkirakan hingga akhir tahun ini rerata nilai transaksi harian perdagang an SBN bisa mencapai Rp15 tri liun. Adapun, rerata nilai transaksi perdagangan obligasi korporasi diprediksi menyentuh angka Rp800 miliar—Rp900 miliar.

“Suku bunga acuan BI berpotensi turun, ditambah lagi tekanan suplai yang berkurang. Investor yang tidak mendapat SBN di lelang, mencarinya di pasar se – kun der. Volume transaksi di pasar sekunder bakal membesar,” ujarnya

Hingga Senin (5/9), realisasi penerbitan SBN sudah mencapai Rp549,4 triliun atau 89,8% dari target bruto penerbitan 2016 sebesar Rp611,4 triliun. Investor diperkirakan terus memburu SBN yang kian langka. Bila tidak mendapat stok di lelang, investor mencarinya di pasar sekunder.

Ariawan menilai rerata nilai transaksi harian perdagangan obligasi pada tahun ini jauh lebih beruntung karena ditopang sentimen positif. Pada tahun lalu, pasar tertekan akibat ekspektasi terhadap penaikan Fed Fund Rate. Akhirnya, pada 16 Desember 2015 Federal Reserves menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 bps menjadi 0,25%—0,5%. Penaikan itu terjadi setelah suku bunga acuan AS bertengger di posisi 0%—0,25% sejak Desember 2008.

“Kondisi itu membuat investor tidak terlalu agresif di pasar. Apalagi, waktu itu mereka melihat kemungkinan The Fed untuk menaikkan suku bunga secara berkala. Namun, masuk 2016 hal itu tidak terjadi,” tutur Ariawan.

Karena ekspektasi tersebut tidak terjadi, imbal hasil obligasi di banyak negara turun, begitu juga dengan imbal hasil obligasi Indonesia. Investor lokal dan asing lantas masuk kembali ke pasar SBN seiring dengan naiknya harga obligasi dan kondisi BI Rate yang terus turun.

Sepanjang tahun berjalan ini hingga 7 September 2016, total dana masuk investor asing mencapai Rp112,55 triliun. Angka ini lebih tinggi dari capital inflow investor asing sepanjang 2015 sebesar Rp97,17 triliun.

Sentimen lain yang mempengaruhi penaikan rerata nilai transaksi harian perdagangan obligasi yakni kewajiban dana pensiun dan perusahaan asuransi untuk memiliki obligasi negara sesuai aturan OJK.

Perusahaan asuransi jiwa dan dana pensiun pemberi kerja wajib menempatkan minimal 20% dari total investasi ke SBN paling lambat 31 Desember 2016. Maraknya penerbitan obligasi korporasi pun mendorong peningkat an volume transaksi harian.

“Dengan suplai yang bertambah, terjadi peningkatan volume transaksi di pasar sekunder,” kata Ariawan.

Sejak awal tahun ini hingga 8 September 2016, penerbitan emisi obligasi mencapai Rp62,14 triliun, sedangkan pada 2015 sebesar Rp62,65 triliun. Adapun, penerbitan obligasi pemerintah sepanjang tahun berjalan ini sebesar Rp412,86 triliun, sedangkan sepanjang tahun lalu sebesar Rp352,57 triliun.

I Made Adi Saputra, analis fixed-income MNC Securities, memperkirakan rerata nilai transaksi harian perdagangan obligasi sepanjang tahun ini tidak jauh berbeda dari angka sepanjang tahun berjalan ini, yakni Rp14,4 triliun untuk SBN dan Rp844 miliar untuk obligasi korporasi.

Menurutnya, nilai transaksi harian perdagangan obligasi sepanjang tahun ini memang akan lebih besar dari 2015 karena size SBN dan obligasi korporasi tahun ini lebih besar dari tahun lalu. Volume perdagangan obligasi korporasi diperkirakan masih bisa naik sedikit dari posisi sekarang ketika beberapa emisi baru masuk ke pasar. Kabarnya, obligasi Angkasa Pura I dan Pelindo IV akan masuk pasar pada kuartal IV/2016.

“Obligasi korporasi dari BUMN biasanya dipegang dalam waktu cukup lama, bahkan hingga jatuh tempo. Jadi, volume dan nilai transaksi perdagangan obligasi korporasi jelang tutup tahun ini tidak akan naik banyak dari posisi sekarang.”(bisnis.c0m)

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

20 Komentar

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami