Olahraga

Pergi Dari Timnas, Gede Hanya Ingin Fokus di Persija

BTN iklan

Jakarta/Lei- Gede Widiade memutuskan mundur dari jabatannya sebagai Kepala Departemen Timnas PSSI. Surat pengunduran dirinya secara resmi ia kirimkan, Minggu (2/7) kepada Ketua Umum PSSI.

Gede mengatakan, salah satu alasannya mundur karena ia merasa tidak mempunyai kemampuan dan kapasitas yang cukup untuk mengelola dua pekerjaan yang sangat membutuhkan keseriusan dan tanggung jawab sangat besar. Ia juga diketahui menjabat sebagai Direktur Utama Persija Jakarta.

“Saya akhirnya memilih untuk lebih konsentrasi di Persija karena saya masyarakat Jakarta, saya The Jakmania. Jadi saya memilih Persija karena saya melihat kalau di level nasional banyak tokoh-tokoh nasional yang bisa mengurusi Timnas,” terang Gede.

Pada surat resmi yang ia kirim ke Ketua Umum PSSI lalu, Gede mengucapkan rasa terima kasihnya karena selama ini sudah mendapat bimbingan, dukungan dan arahan dari Ketum PSSI Edy Rahmayadi.

Namun, ia harus memilih di antara dua jabatan yang diembannya selama ini.

“Timnas ini cakupannya sangat besar dan banyak kepentinga. Soal negara sangat diprioritaskan.”

“Saya tidak mau mengecewakan orang yang menunjuk saya dan mengecewakan rakyat Indonesia karena saat SEA Games 2015 di Singapura saya sudah menjadi manajer timnas,” jelasnya.

Selama menjabat sebagai Kepala Departemen Timnas PSSI sejak awal 2017, Gede mengaku sudah mengantarkan sejumlah rekannya di posisinya untuk menjadi manajer yang baik di masing-masing level usia timnas.

“Jadi kami sudah bicarakan panjang lebar bersama tentang dasar-dasar manajeman pengelolaan timnas dari aspek operasional, aspek manajerial, aspek finasial. Setelah saya merasa cukup, saya mengajukan pengunduran diri secara formal,” ungkapnya.

Sementara itu, terkait respons Ketum PSSI terhadap pengunduran dirinya itu, Gede menyebut sampai saat ini semua berjalan baik.

Ia yakin, Edy Rahmayadi pasti mengerti bahwa baginya kepentingan timnas lebih utama dibandingkan Persija kalau dilihat dari prioritasnya.

“Kalau di Persija mungkin hanya beberapa personil yang bisa menangani. Makanya, saya merasa terhormat diminta oleh teman-teman stakeholder Persija untuk memegang Persija,” ujar Gede.

“Jadi saya mencoba untuk tidak mengecewakan kedua belah pihak karena kalau saya pegang dua duanya pasti akan sangat mengecewakan.”

“Kalau berhasil biasa, kalau gagal pasti akan mengecewakan. Akhirnya saya pilih Persija dan saya serahkan pengelolaan timnas kepada PSSI agar saya bisa berkonsentrasi di Persija,” pungkasnya. (CNN)

Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami