Hukum

Perlukah Basuki Tjahja Purnama Diberhentikan Sementara?

BTN iklan

Jakarta, LEI, Universitas Atmajaya Jakarta hari ini tanggal 10 Maret 2017 pukul 09.30 bertempat di Aula D lantai 2 mengadakan Diskusi dengan judul Perlukah Basuki Tjahja Purnama Diberhentikan Sementara? Pembicara dalam diskusi ini menghadirkan Dr. Asep Iwan Irawan, SH, MHum (Mantan Hakim), Prof. Dr. Syamsudin Haris, MSi (Peneliti LIPI), dan Dr. Daniel Yusmic FoEkh, SH, MH (Dosen) dengan Moderator Dr. Surya Tjandra, SH, MH.

Dalam diskusi ini menurut Dr. Asep tidak diperlukan pendapat tentang penafsiran hukuman kurang 5 tahun atau minimal 5 tahun penjara. Karena penegakan hukum hanya mengenal klausul kurang dari 5 tahun dan hukuman minimal 5 tahun penjara. Dalam dakwaan adalah kurang dari 5 tahun. Sedang untuk dapat diberhentikan sementara adalah jika terkena hukuman minimal 5 tahun bukan hukuman maksimal 5 tahun.

Sedangkan menurut Dr. Daniel mengapa pemilihan gurbenur Jakarta begitu strategis karena gubernur Jakarta memiliki hak mendampingi Presiden untuk menemui tamu negara. Seperti pertemuan dengan Raja Salman dari Arab Saudi.

Dr. Syamsuddin lebih membicarakan tentang UU Pilkada yang lahir dari Perpu Presiden SBY dimana dalam Perpu tersebut terdapat 200 lebih pasal. Dan UU Pilkada hanya mengubah sedikit Perpu tersebut. Hal ini dianggap UU yang bopeng.

Dr. Daniel menambahkan bahwa cuti seorang petahana sebenarnya dalam tata negara adalah cacat karena disana terjadi kekosongan kekuasaan, hal ini menunjukan bahwa gubernur tidak menjabat 5 tahun namun 4 tahun 6 bulan saja. Jika hal ini terjadi juga saat pilpres maka bisa menimbulkan chaos, karena terjadi kekosongan kepemimpinan. Belajar dari Amerika bahwa presiden menjabat sejak pukul 12.00 karena tidak boleh terjadi kekosongan kepemimpinan.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

8 Komentar

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami