HEADLINESKesehatanLifestyleLiputan

Perokok Pasif Hirup Racun Lebih Banyak! Kenali Senyawa dalam Rokok dan Hasil Pembakarannya

Asap yang ditimbulkan dari ujung rokok yang dibakar (asap sampingan) memiliki kadar senyawa kimia yang lebih tinggi dibandingkan dengan asap yang dihisap oleh siperokok (asap utama)

BTN iklan

(LEI) – Dokter spesialis paru dari Rumah Sakit Persahabatan, Agus Dwi Susanto mengatakan, rokok mengandung lebih dari 4000 zat kimia, sebanyak 60 di antaranya bersifat karsinogenik atau penyebab kanker. Lebih lanjut ada sekitar 4000 bahan kimia yang dihasilkan dari pembakaran rokok, dan yang bersifat karsinogenik atau menyebabkan kanker diantaranya adalah nikotin, gas karbon monooksida, nitrogen oksida, hidrogen sianida, ammoniak, asetilen,benzaldehid, uretan, benzen, metanol, koumarin, 4-etilkatekol, ortokresol, perilen dan lainnya. Dalam asap rokok terkandung tiga zat kimia yang paling berbahaya, yaitu tar, nikotin, dan karbon monoksida

1. Nikotin

Rokok dibuat dengan bahan utama adalah daun tembakau yang dikeringkan yang dapat mengandung 1% – 3% senyawa nikotin. Ketika tembakau dibakar, nikotin berpindah ke dalam asap. Bila rokok dinyalakan dan asapnya dihisap maka nikotin dalam darah meningkat sekitar 40 – 50 mg/ml darah. Kadar nikotin beberapa jenis tembakau di Indonesia berkisar antara 0,5- 2,5%. Nikotin, selain dapat menjadi senyawa nitrosamin yang bersifat karsinogenik juga merupakan senyawa adiktif, yang menyebabkan seseorang ketagihan dan menimbulkan rasa ketergantungan. Nikotin merupakan senyawa golongan alkaloid yang bersifat perangsang (stimulant).

2. Tar

Tar merupakan residu dari partikel-partikel yang terkandung dalam asap rokok atau sigaret. Partikel-partikel ini tidak hanya terdiri dari satu bahan kimia melainkan campuran dari beberapa ribu komponen asap dan bersifak karsinogenik.

3. Karbon Monoksida

Karbon monoksida adalah gas yang terbentuk dalam asap rokok atau sigaret. Karbon monoksida adalah gas beracun yang mempunyai afinitas kuat terhadap hemoglobin pada sel darah merah sehingga membentuk karboksihemoglobin. Karbon monoksida dikenal sebagai penyebab utama penyakit kardiovaskuler (penyakit jantung) pada perokok.

Rokok di Indonesia, mempunyai kadar tar dan nikotin yang lebih tinggi daripada rokok yang diproduksi di luar negri.

Bahaya dari asap yang ditimbulkan dari ujung rokok yang dibakar (asap sampingan)

Hal yang juga penting untuk diketahui bahwa asap yang ditimbulkan dari ujung rokok yang dibakar (asap sampingan) memiliki kadar senyawa kimia yang lebih tinggi dibandingkan dengan asap yang dihisap oleh siperokok (asap utama):

1. Aseton, 2 – 5 kali lebih tinggi dalam asap sampingan.

2. Benzene, 10 kali lebih tinggi dalam asap sampingan.

3. Gas CO (karbon monooksida), 2,5 – 4,7 kali lebih tinggi dalam asap sampingan.

4. Nikotin, 1,8 – 3,3 kali lebih tinggi dalam asap sampingan.

5. Asam asetat, 1,9 – 3,9 kali lebih tinggi dalam asap sampingan.

6. Hidrogen sianida, 4,2 – 6,4 kali lebih tinggi dalam asap sampingan.

7. Toluen, 6 – 8 kali lebih tinggi dalam asap sampingan.

8. Anilin, 30 kali lebih tinggi dalam asap sampingan.

9. Nikel, 3 kali lebih tinggi dalam asap sampingan.

Adanya kandungan senyawa kimia yang lebih tinggi dalam asap sampingan membuat mereka yang sekalipun tidak merokok namun secara tidak dengan sengaja menghirup asap tersebut atau perokok pasif akan menerima akibat buruk dari kegiatan merokok orang di sekitarnya. Seorang perokok pasif yang berada dalam ruangan yang penuh asap rokok selama satu jam saja akan mengisap nitrosamin sama banyaknya dengan merokok 35 batang rokok dan akan mengisap benzopirin sama banyaknya dengan merokok 4 batang rokok.

Ayo kita cintai diri kita, keluarga, serta kerabat disekitar kita sobat sehat LEI!

dr. Naomi Chandradewi Manangka

 

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami