Liputan

Perselisihan Antar Bakal Calon Walikota Depok Kontroversional

BTN iklan

LEI, Jakarta, Depok -Berdasarkan Pada Pemilu Pilkada 2020 Pasangan calon Wali Kota Depok dan Wakil Wali Kota Depok menjalani tes kesehatan kedua Pilkada Kota Depok 2020 di RS Hasan Sadikin, Rabu (9/9/2020).

Salah satu calon yang menjalankan tes kesehatan tersebut adalah Pradi Supriatna. Wakil Wali Kota Depok tersebut menjalani tes kesehatan kedua dengan rileks. Hasilnya dinilai bagus. Termasuk tes psikiatri. Setelah menjalani tes tersebut sang dokter menyatakan bahwa hasil tesnya bagus.

Tak hanya itu, dokter menyatakan dari hasil tes tersebut bahwa Pradi dinilai mampu memecahkan permasalahan yang rumit di Kota Depok.

“Saya menjalani tes ini dengan rileks. Tapi, tidak mudah lantaran harus penuh ketelitian. Misalnya ada lompatan-lompatan angka, nah ini harus konsentrasi. Alhamdulillah hasilnya bagus kata dokter,” tutur Pradi Supriatna. Pradi menambahkan bahwa hasil cek jantung dan paru juga hasilnya baik. Hasil tes ini menunjukkan ia sanggup bertempur di Pilkada Depok.

Bertempur di Pilkada Depok dengan mengedepankan 3M. Memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan.

“Tesnya seperti general medical check up. Semuanya hasilnya bagus. Saya siap untuk menjalani Pilkada ini,” ujar Pradi.

Pradi berterima kasih kepada rumah sakit legend di Jawa Barat, RS Hasan Sadikin. Ia berterima kasih lantaran para petugas medis memberikan pelayanan yang baik.

“Seperti di rumah sendiri. Pelayanannya memuaskan. Petugasnya ramah-ramah. Ini rumah sakit legend di Jawa Barat,” tandasnya.

Pradi menambahkan bahwa ia juga sempat berbicara dengan pasangan Mohammad Idris – Imam Budi Hartono. Tak ketinggalan juga dengan Afifah Alia.

“Walaupun kami berkompetisi di Pilkada, tapi kami tetap menjaga silaturahmi. Kami ngobrol serius,” kata Pradi.

Dengan adanya pemeriksaan terhadap Calon walikota meminimalisir adanya beberapa faktor yang tidak diinginkan terjadi pada masa pandemi covid ini. dan Semoga saja pemilu ini bisa berjalan secara demokratis dan jauh dari kata Kolusi dan Nepotisme.
Dan tidak kalah pentingnya dari Cek Kesehatan Calon Walikota mendapatkan perselisihan dengan adanya kontrofesi mengenai Bakal calon wakil wali kota Depok, Afifah Alia, menyebut dirinya dilecehkan secara verbal oleh lawan politiknya sesama calon wakil wali kota, yaitu Imam Budi Hartono. Insiden tersebut terjadi ketika kedua kandidat menjalani tes kesehatan di RS Hasan Sadikin, Bandung, Selasa (8/9/2020). “Kamar kandidat Pilkada Depok bersebelahan. Saat petugas rumah sakit menginformasikan kamar saya, tiba-tiba Pak Imam Budi melontarkan ujaran, ‘Sekamar sama saya saja, Bu Afifah’,” ungkap Afifah melalui keterangan tertulis kepada Kompas.com, Kamis (10/9/2020) siang. “Di situ ada Pak Idris (pasangan Imam, calon wali kota Depok) yang mendengar, lalu tertawa terbahak-bahak sambil jarinya menunjuk Pak Imam,” lanjut kader PDI-P tersebut.

Afifah mengaku, dirinya merasa geram, tetapi memilih diam. Di lokasi itu, kata dia, tidak ada tim yang mendampingi karena peraturan mengharuskan masing-masing pasangan calon tidak didampingi. Insiden itu baru Afifah ungkapkan kepada timnya dalam perjalanan pulang. “Tim yang mendampingi saya marah mendengarnya. Jika itu adalah candaan, sangat tidak pantas candaan itu dilontarkan oleh calon pemimpin kota. Candaan itu menyiratkan ketidakpedulian terhadap perempuan, candaan yang mengandung pelecehan,” ujar dia. “Apa maksudnya melontarkan ‘Sekamar sama saya saja, Bu Afifah’ ketika pembagian kamar isolasi bagian dari prosedur pemeriksaan kesehatan paslon?” ujar Afifah.

 

Saat dikonfirmasi mengenai insiden ini, Imam Budi Hartono menyampaikan klarifikasi. Kader PKS itu mengakui bahwa ia sedang coba mencairkan suasana. Namun, Imam menyatakan, kalimat yang ia lontarkan bukan bermaksud melecehkan Afifah. Kalimat versi Afifah, menurut dia, terpotong. “Ada masalah pembagian kamar. Saya bercandainlah (staf) bagian pembagian kamar itu, ‘Di kamarnya sendiri-sendiri tidak boleh berdua ya?'” ujar Imam ketika dihubungi Kompas.com, Kamis siang. “(Staf itu menjawab) ‘iya sendiri, Pak’. Saya jawab, kalau berdua saya jawab, ‘Saya bisa sekamar sama Afifah, cucu saya’. Itu kalimat ‘cucu saya’ itu yang enggak kedengaran sama Afifah,” tambahnya. Pemungutan suara Pilkada Depok akan diselenggarakan pada 9 Desember mendatang. Kedua kandidat sama-sama petahana. Wali Kota Depok Mohammad Idris, kalangan nonpartai yang dekat dengan PKS, berupaya mempertahankan kekuasaan untuk periode kedua. Ia akan berduet dengan kader PKS, Imam Budi Hartono, yang telah dua periode duduk di DPRD Jawa Barat. Sementara itu, Pradi Supriatna, wakil wali kota saat ini sekaligus Ketua DPC Gerindra Depok, akan berusaha mendepak Idris lewat pilkada. Ia akan berpasangan dengan Afifah Alia, kader perempuan PDI-P yang gagal lolos ke Senayan pada Pileg 2019.

Sumber : Kompas
Kontributor : Dwitya Yonathan Nugraharditama

 

Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami