EkonomiFinansial

Persiapan Pembelian Saham Ketika Suku Bunga Turun

BTN iklan

Jakarta (lei) – Kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) sebesar 25 basis poin menjadi enam persen tak sepenuhnya direspons negatif oleh pasar. Terbukti, harga saham perbankan melaju di zona hijau usai bank sentral nasional mengerek suku bunga acuan dari posisi 5,75 persen.

Bagi pelaku pasar yang masih ingin mengonsumsi saham perbankan, sejumlah analis pun menyarankan untuk menunggu harga saham bank melemah terlebih dahulu sebelum kembali melakukan aksi beli (buy on weakness). Hal ini untuk mengantisipasi saham perbankan yang berpotensi terkoreksi pada awal pekan.

“Saham perbankan masih positif untuk dibeli, tapi dikhawatirkan pasar melakukan profit taking (aksi ambil untung) dulu karena sudah naik tinggi pada perdagangan terakhir,” ungkap Analis Senior CSA Research Institute Reza Priyambada

Namun, Reza menegaskan aksi ambil untung bukan karena keputusan BI yang meningkatkan suku bunga acuan, tapi hanya sebatas merealisasikan keuntungan semata usai naik beberapa hari terakhir.  saham empat emiten bank raksasa di Bursa Efek Indonesia (BEI) memang semakin perkasa pada Jumat (16/11) kemarin. Bila dirinci, saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menguat 2,69 persen ke level Rp24.825 per saham dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) menguat 2,35 persen ke level Rp3.490 per saham.

Selanjutnya, saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) menanjak 0,68 persen ke level Rp7.450 per saham. Sementara, saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) mendarat di level Rp8.300 per saham atau menguat 0,61 persen.

“Kemungkinan saham-saham dengan nilai kapitalisasi besar seperti perbankan akan konsolidasi dulu,” sambung Reza.

Makanya, peluang saham perbankan untuk menyusut dari posisi akhir pekan lalu begitu besar. Apalagi, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tembus level 6.012 pada penutupan Jumat sore.Lebih lanjut Reza mengatakan potensi saham bank untuk kembali menguat setelah melemah nantinya ditopang oleh keyakinan pasar terhadap kinerja bank yang masih positif. Sebab, pelaku usaha perbankan tak menanggapi negatif kenaikan suku bunga acuan yang diputuskan BI dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) bulan ini.

“Kalau dari perusahaan bank tidak menunjukkan reaksi negatif, maka pasar harusnya juga tidak bereaksi negatif,” ujar Reza.

Lagipula, kata Reza, penyesuaian bunga kredit perbankan terhadap kenaikan suku bunga acuan biasanya tak langsung terjadi. Perusahaan membutuhkan waktu beberapa bulan untuk menyesuaikan hal tersebut.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Close