Internasional

Pertama Kalinya, Kim Jong-un Temui Pejabat Korea Selatan

BTN iklan

SEOUL(lei) – Pemimpin Tertinggi Korea Utara (Korut), Kim Jong-un, menyambut 10 orang delegasi Korea Selatan (Korsel) dalam jamuan makan malam di Pyongyang yang dimulai pukul 18.00 waktu setempat. Pria berusia 34 tahun itu juga dilaporkan berbincang dengan para utusan Presiden Moon Jae-in.

Pengumuman itu disampaikan oleh Istana Kepresidenan Korea Selatan, Gedung Biru. Pertemuan tersebut merupakan yang pertama kali dilakukan oleh Kim Jong-un dengan pejabat dari Korea Selatan sejak mengambil alih kepemimpinan dari mendiang ayahnya Kim Jong-il pada 2011.

“Kim Jong-un saat ini tengah mengadakan jamuan makan malam untuk utusan khusus,” ujar juru bicara Gedung Biru, Kim Eui-kyeom, sebagaimana dilansir Yonhap, Senin (5/3/2018).

Pertemuan antara Kim Jong-un dengan utusan khusus itu menunjukkan keinginan dari rezim Korea Utara untuk meningkatkan hubungan dengan Korea Selatan. Para delegasi tiba di Pyongyang sekira pukul 14.50 waktu setempat setelah menempuh penerbangan selama satu jam dari Seongnam.

“Delegasi dari utusan khusus Presiden Korea Selatan, termasuk Kepala Keamanan Nasional Chung Eui-yong, tiba di Pyongyang pada 5 Maret,” tulis kantor berita resmi Korea Utara, KCNA.

Dalam laporan terpisah, stasiun televisi Korean Central Broadcasting Station mengatakan, sepuluh orang delegasi Korea Selatan itu disambut oleh Kepala Urusan antar-Korea, Ri Son-gwon. Pria itu diketahui sebagai salah satu dari delegasi Korea Utara untuk menghadiri pembukaan Olimpiade Musim Dingin Pyeongchang 2018.

Para delegasi Korea Selatan itu kemudian menuju Hotel Pyongyang untuk bertemu dengan para pejabat Korea Utara. Dalam foto yang dirilis Gedung Biru, utusan khusus Korea Selatan itu terlihat disambut oleh Jenderal Korea Utara, Kim Yong-chol, yang datang pada acara penutupan Olimpiade Musim Dingin.

Usai melakukan lawatan dua hari ke Korea Utara, para delegasi itu akan terbang ke Amerika Serikat guna memberi tahu hasil dari diskusi tersebut. Utusan khusus itu diharapkan mampu menjembatani perbedaan pandangan antara Pyongyang dengan Washington yang sama-sama menginginkan adanya dialog. (okezone)

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami