BTN ads
EkonomiFinansialLiputanNasional

Pertamina Jamin BBM di Sulteng Selama Ramadhan

PALU, 16/5 (Antara) – PT Pertamina (Persero) menjamin ketersediaan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Provinsi Sulawesi Tengah selama Ramadhan sampai Idul Fitri untuk memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat.

Manager Marketing Sulutenggo Pertamina Region VII Daniel Alhabsy dihubungi dari Palu, Rabu malam, mengatakan, untuk semua wilayah di Sulawesi, Pertamina menambah stok BBM mengingat penggunaan bahan bakar di bulan suci Ramadhan diprediksi meningkat.

Seperti halnya Sulawesi Tengah, urainya, diprediksi penggunaan Bahan Bakar Khusus (BBK) seperti Pertamax naik 10,53 persen atau 21 kiloliter/hari, kemudian pertalite naik 9,49 persen atau 450 kiloliter/hari dibanding konsumsi normal/produk.

Begitupun konsumsi premium naik 9,4 persen atau 650 kiloliter/hari dibanding konsumsi normal biasanya hanya 588 kiloliter/hari.

“Peningkatan konsumsi tertinggi tiga jenis BBM ini diprediksikan terjadi pada H-1 Idul Fitri,” ungkap Daniel.

Dia memaparkan, pada H-1 Idul Fitri diprediksi seluruh wilayah di Sulawesi konsumsi BBM mencapai 9.547 kiloliter atau naik 44 persen dibanding konsumsi normal.

Sedangkan konsumsi bahan bakar jenis solar sebesar 3.099 kiloliter atau naik sebesar 39 persen dari konsumsi normal.

Selain itu Pertamina juga menjamin ketersediaan pasokan gas elpiji bersubsidi ukuran 3 kilogram untuk masyarakat yang berhak menerima selama Ramadhan dan dipantau langsung tim satuan tugas (Satgas) Pertamina.

Konsumsi gas elpiji 3 kilogram di Sulawesi Tengah selama ramadhan diprediksi sekitar 155 metrikton atau naik sebesar 10 persen.

“Konsumsi tertinggi diperkirakan terjadi H+4 pasca Idul Fitri yaitu naik sebesar 20 persen dibandingkan konsumsi harian normal yakni 140 metrikton per hari,” ujarnya.

Sementara, di waktu yang sama konsumsi elpiji nonsubsidi diperkirakan mengalami peningkatan yakni sekitar 17 metrikton/hari atau naik 18 persen.

Konsumsi tertinggi diperkirakan terjadi pada H+3 pasca Idul Fitri yaitu naik 59 persen dibandingkan konsumsi harian normal sekitar 15 metrikton/hari. [antara]


Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Komentar Anda...

Related Articles

Close
Close