Internasional

Pertemuan Trump-Kim Batal, Korut Nyatakan Tetap Siap Berunding dengan AS

BTN iklan

SEOUL (LEI) – Korea Utara merespons keputusan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump untuk membatalkan pertemuan puncak (KTT) dengan Kim Jong-un yang semula akan digelar bulan depan dengan nada hati-hati. Pyongyang menyatakan bahwa Korea Utara masih terbuka untuk melakukan pembicaraan guna menyelesaikan ketegangan dengan Amerika Serikat terkait program senjata nuklirnya.

Wakil Menteri Luar Negeri Korea Utara, Kim Kye Gwan mengatakan Pyongyang “terkejut” dengan pembatalan pertemuan tersebut. Dia menjelaskan bahwa sikap Korea Utara yang keras kepada Washington dalam beberapa pekan terakhir hanyalah sebuah “protes” terhadap retorika Amerika Serikat dan hal itu menunjukkan pentingnya pembicaraan antara kedua negara.

“Untuk mengumumkan KTT dibatalkan adalah kejutan bagi kami dan kami tidak merasa itu sangat disayangkan,” kata Kim sebagaimana dilansir Reuters, (25/5/2018).

“Tujuan dan keinginan kami melakukan segalanya untuk perdamaian dan stabilitas Semenanjung Korea dan umat manusia tetap tidak berubah, dan kami selalu bersedia memberi waktu dan kesempatan kepada pihak Amerika Serikat dengan pikiran terbuka,” ujarnya.

“Kami menegaskan kembali kepada Amerika Serikat bahwa ada kesediaan untuk duduk kapan saja, dengan cara apa pun, untuk menyelesaikan masalah.”

Pada Kamis, Trump menulis surat kepada Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un yang mengumumkan penarikan dirinya dari pertemuan tersebut. Trump mengatakan, sikap bermusuhan yang ditunjukkan Korea Utara dalam beberapa waktu belakangan membuat pertemuan itu tidak tepat untuk dilakukan dalam waktu dekat.

“Sayangnya, berdasarkan kemarahan yang luar biasa dan permusuhan terbuka yang ditampilkan dalam pernyataan terbaru Anda (Kim Jong-un), saya merasa tidak tepat, pada saat ini, untuk melakukan pertemuan yang direncanakan lama ini,” kata Trump dalam suratnya.

Pengumuman pembatalan pertemuan itu disampaikan Trump beberapa jam setelah Korea Utara menghancurkan lokasi uji coba nuklirnya di Punggye-ri.

“Saya pikir saya mengerti mengapa hal itu terjadi” kata Trump mengenai perubahan sikap Korea Utara beberapa waktu terakhir. Dalam pertemuan dengan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in pekan ini, Trump mengatakan retorika Pyongyang mulai meninggi setelah Kim Jong-un melakukan kunjungan kedua ke Tiongkok. Tetapi, Trump mengatakan bahwa dia tidak mau menyalahkan Presiden Tiongkok, Xi Jinping.

Sikap Pyongyang semakin keras setelah Wakil Presiden Amerika Serikat, Mike Pence pekan lalu membandingkan Korea Utara dengan Libya. Atas Komentar itu, Wakil Menteri Luar Negeri Korea Utara menyebut Pence sebagai “orang bodoh”. (okezone)

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami