InternasionalLiputan

Pertemuan Trump-Xi Jinping Berakhir Baik, Satu Isu Ini Berpotensi Rusak Hubungan

BTN iklan

JAKARTA/Lei – Pasca tatap muka pertamanya dengan Presiden China Xi Jinping, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menggambarkan hubungan yang sangat luar biasa antara pimpinan negara dengan ekonomi terbesar di dunia tersebut.

Senada dengan Trump, Xi memberi nada optimistis tentang AS setelah menjalani pertemuan selama sekitar 18 jam di Florida yang telah berakhir pada Jumat waktu setempat.

“[Kami] mengalami perkenalan yang dalam, membentuk semacam kepercayaan serta membangun hubungan kerja dan pertemanan awal,” ujar Xi, seperti dikutip dari Bloomberg (Senin, 10/4/2017).

Bagi Xi, kata-kata yang hangat senilai dengan kemenangan, terutama dalam tahun politik sensitif yang akan mengalami pergantian terhadap mayoritas kepemimipinan pada partai Komunis. Hubungan AS-China terlihat stabil untuk saat ini, setelah Trump secara berkala menyerang Beijing selama masa kampanyenya.

Kemudian muncullah bagian yang sulit, yakni mencari kesamaan dengan cepat atas sejumlah isu ekonomi dan keamanan sebelum memberi risiko yang mengarah ke perang dagang atau konflik militer yang dapat merusak hubungan itu.

Mungkin tidak ada yang lebih mendesak daripada upaya membatasi ancaman nuklir Korea Utara, setelah Trump memerintahkan untuk meluncurkan puluhan rudal Tomahawk ke Suriah dalam kisaran waktu yang sama saat ia menjamu Xi Jinping di resortnya.

“Hal ini tetap merupakan isu besar yang bersifat eksplosif bagi hubungan AS-China,” ujar William Overholt, anggota senior di Harvard University’s Asia Center.

Pasca pertemuan dengan Xi Jinping, Trump menyerukan para pemimpin di sekutunya, Korea Selatan dan Jepang, untuk memastikan persatuan terhadap rezim Kim Jong Un.

Pada saat yang sama, pihak militer AS membelokkan armada tempurnya yang dipimpin oleh kapal USS Carl Vinson ke perairan dekat Korea Utara, alih-alih membuatnya berlayar menuju Australia seperti yang direncanakan sebelumnya.

Menurut kantor berita lokal di Korea Selatan, pemerintah Xi Jinping akan mengirimkan utusannya mengunjungi Korsel hari ini untuk membahas isu-isu terkait Korea Utara, mitra dagang terdekat China sejak 1950an.

Trump sendiri sebelumnya telah mengancam untuk bertindak secara sepihak terhadap Korut jika China tidak dapat berbuat lebih banyak untuk membatasi kegiatan negara tetangganya itu terkait aktivitas persenjataan nuklirnya.

 

bisnis

Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami