HukumLiputanNasional

Petani Kendeng Serukan Tolak Tambang Semen

BTN iklan

Jakarta/LEI- Para petani dari Pegunungan Kendeng, Jawa Tengah tetap menolak pengelolaan penambangan semen di daerahnya. Tujuh belas petani menggelar aksi di seberang Istana Presiden, Senin (24/9/2018).

Gun Retno mengatakan para petani Kendeng menagih janji Presiden Jokowi pada 2 Agustus 2016 lalu. Ketika itu Presiden Jokowi sepakat untuk membuat Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) lebih dulu sebelum pabrik Semen Indonesia beroperasi.

KLHS yang dibuat kemudian berada di bawah tim Kantor Staf Presiden dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Meskipun peninjauan kembali terhadap izin yang dikeluarkan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Prabowo dimenangkan warga, tapi pabrik Semen Indonesia masih masih tetap beroperasi.

Gun Retno berharap pemerintah daerah menerapkan aturan yang sudah diturunkan oleh pemerintah pusat.

Kewajiban pemerintah daerah sudah tertuang dalam UU No 32 Tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup. Dalam pasal 15 tentang kajian lingkungan hidup strategis dijelaskan, pemerintah dan pemerintah daerah wajib melaksanakan KLHS serta menerapkan prinsip pembangunan yang berkelanjutan.

Pada pasal 17 menjelaskan, apabila hasil KLHS menyatakan bahwa daya dukung dan daya tampung sudah terlampaui maka kebijakan, rencana, dan program pembangunan tersebut wajib diperbaiki sesuai dengan rekomendasi KLHS.

Dalam aksi ini, Kartini Kendeng menembangkan lagu, para prianya bermain gamelan. Mereka mengkritik pemerintah dengan tembang Jawa. Mereka berharap pemerintah Jokowi sadar, bahwa selama ini aturan yang telah ia tetapkan tidak dipatuhi oleh pemerintah daerah.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Close