Hukum

Pimpinan KPK Enggan Terima Wakil Ketua Pansus Angket

BTN iklan

Jakarta, LEI – Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menolak menerima Wakil Ketua Panitia Khusus (Pansus) Angket KPK, Masinton Pasaribu, yang hendak meminta klarifikasi soal penyebutan namanya sebagai pihak yang mengintimidasi Miryam S Haryani.

Masinto pun hanya diterima Bagian Pengaduan Masyarakat (Dumas) KPK dan mengaku kecewa karena jawaban pihak KPK pun normatif. “Tanggapan KPK normatif seperti di pengadilan. Kalau seperti itu juga, saya sudah dapat jawabannya ketika rapat dengan Komisi III bersama KPK,” ujarnya.

Legislator dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan itu mengaku sengaja mendatangi KPK untuk meminta klarifikasi soal penyebutan namanya mengintimidasi Miryam S Haryani agar tidak menyampaikan keterangan yang sebenarnya soal korupsi e-KTP.

Meski yang ingin ditanyakan itu merupakan fakta persidangan, namun Masinton mengklaim tidak mau mencampuri perkara di pengadilan soal perkara pemberian keterangan palsu yang menjerat terdakwa Miryam dan sedang bergulir di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta.

“Kami tidak mencampuri perkara tentang di pengadilan. Kita ingin membuka saja , jangan dibikin potongan-potongan, digelar saja di pengadilan secara terbuka semuanya,” katanya.

Dalam persidangan Senin kemarin, jaksa penuntut umum KPK memutar rekaman pemeriksaan Miryam S Haryani dalam penyidikan kasus korupsi e-KTP.

Dalam rekeman tersebut, Miryam menyampaikan kepada penyidik KPK Novel Baswedan dan Ambarita Damanik soal ancaman dari anggota DPR di antaranya Masinton, politikus Partai Gerindra Desmond J Mahesa, politikus Partai Hanura Syarifudin Sudding, politikus Partai Golkar Azis Syamsudin dan Bambang Soesatyo, serta politikus PPP Hasrul Azwar.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami