Traveling

Pipis dekat Patung Bersejarah, Turis Terancam Denda Rp83 Juta

BTN iklan

Jakarta, (LEI) – Seorang pria asal New Jersey, Amerika Serikat, diamankan oleh pihak kepolisian Florence, Italia, setelah ketahuan buang air kecil sembarang di sekitar bangunan bersejarah Loggia dei Lanzi.

Dikutip dari Nove da Firenze, pria tersebut melakukan aksinya pada pukul 01.30 dini hari pada Selasa (12/3). Ia diketahui pipis dekat patung Hercules dan Cacus, yang dipahat oleh seniman Baccio Bandinelli pada awal abad ke-16.

Akibat perbuatannya, sang pria terancam dikenakan denda sebesar US$6.100 (sekitar Rp83,8 juta) atas tindakan melanggar kesopanan di tempat umum.

Loggia dei Lanzi adalah salah satu dari sekian banyak bangunan bersejarah yang berada di kawasan Florence.

Bangunan ini menjadi museum bagi ratusan karya seni milik seniman Italia. Yang dipajang mulai dari lukisan sampai patung, dan ditempatkan baik di dalam sampai di luar ruangannya.

Oleh karena itu, bangunan yang berdiri sejak abad ke-14 ini disebut sebagai museum di tempat terbuka terbesar di dunia.

Loggia dei Lanzi buka setiap hari selama 24 jam. Tidak dikenakan tiket masuk untuk berkeliling di dalamnya.

Hanya saja pengunjung wajib menjaga kesopanan selama berkunjung, terutama dengan tidak menyentuh barang antik yang dipajang, karena dikhawatirkan keringat manusia dapat mempercepat proses pelapukan barang-barang tersebut.

Dikutip dari Travel and Leisure, ini bukan kali pertama Florence berurusan dengan turis yang berbuat onar di sekitar bangunan sejarah.

Pada tahun lalu, pemerintah kota-nya gerah dengan aksi para turis yang makan minum sembarangan di sudut bangunan sejarahnya sampai meninggalkan sampah.

Sejak saat itu, mereka menerapkan larangan makan dan minum di bangunan sejarah. Tak hanya di dalam, begitu juga dengan di tangga-tangga bangunan sejarah.  [cnn indonesia]

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

One Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

twelve + 16 =

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami