Nasional

PKL Kota Tua Menanti Sentuhan ‘Out of the Box’ Anies-Sandi

BTN iklan

JAKARTA, (LEI) – Setelah menata PKL di Tanah Abang walaupun menuai kecaman dari banyak pihak, kini Anies-Sandi akan menyentuh para PKL Kota Tua. Kesemrawutan sudah menjadi wajah sehari-hari Kota Tua di Jakarta Barat. Trotoar dan jalan diokupasi pedagang kaki lima (PKL) sudah bukan perkara mengangkut satu-dua gerobak lagi. Ini karena pembiaran yang berlarut-larut telah membuat setiap sudut kawasan Kota Tua kumuh.

Di Jalan Lada yang memiliki tujuh lajur misalnya, tiga dari tujuh lajur diokupasi PKL. Trotoar di kanan kiri juga sama sesaknya oleh gerobak PKL. Akibatnya, pejalan kaki tumpah ke jalan dan menghambat laju kendaraan.

Kemacetan lalu lintas ada akhirnya berimbas pada perjalanan bus transjakarta. Di hari libur seperti Senin (1/1/2017) kemarin, dampak kesemrawutan itu sangat terasa sebab akses ke halte sampai dibatasi karena bus harus bergantian menembus kemacetan.

Seorang pengunjung, mengeluhkan kondisi itu. Ia mengatakan seharusnya pedagang ditertibkan karena sudah sangat mengganggu ketertiban dan kelancaran lalu lintas orang dan kendaraan.

“Kalau pedagang satu-dua mungkin enggak apa-apa. Tapi kalau sudah nutupuin begini sampai susah lewat ya nggak bisalah, harus ditertibkan,” kata Fahri, salah satu pengunjung itu.

Ketika Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengunjungi Lokbin Kota Intan pada Minggu (31/12/2017), ia mendengar langsung keluhan dan permintaan itu. Namun Sandiaga mengatakan, pendekatan yang ia dan Anies terapkan terhadap PKL adalah penataan, bukan penertiban. Ia meminta waktu untuk memikirkan konsep penataannya.

“Kami mohon tentunya teman-teman para pedagang kecil untuk beri waktu kami. Karena di luar sana kami tata lebih dari 1.000. Di sini hanya 456, jadi gimana coba nanti kami ciptakan solusi,” ujar Sandiaga saat itu.

Ia sebelumnya sudah menyatakan akan menata Kota Tua sesaat setelah dirinya dan Anies meluncurkan konsep penataan Tanah Abang. Namun keduanya tak pernah mengungkap apakah Kota Tua akan dibuat seperti Tanah Abang yang jalannya ditutup sehingga PKL bebas berjualan. Sandiaga hanya mengisyaratkan ia akan melakukan pendataan, sama seperti Tanah Abang.

“Ini Tanah Abang sudah jalan, harus benar nih jangan sampai begitu didata banyak lagi yang datang bilang nggak dapat. Kami nggak mau seperti itu, kami mau data yang akurat,” ujar Sandiaga.

Kepala Unit Pengelola Kawasan (UPK) Kota Tua Novriandi S Husodo mengatakan penutupan jalan mungkin saja terjadi. Namun ia menyarankan agar PKL ditampung di lokasi binaan seperti Lokbin Kota Intan.

“Diperlukan lokasi lain untuk PKL yang tidak tertampung di Lokbin Cengkeh. Tapi sebaiknya tidak di Taman Fatahillah. Bisa juga melakukan pentupan salah satu ruas jalan, ada jam-jam tertentu dengan kesepakatan bersama dari Dinas UMKM, Dishub, Satpol PP, dan lainnya,” ujar Novriandi.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Close