Hukum

PKP Kembali Periksa Anton Taufik Terkait Andi Narogong

BTN iklan

Jakarta, LEI – Advokat muda Anton Taufik kembali mendapat panggilan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menjalani pemeriksaan dalam kasus korupsi e-KTP. Anton akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Andi Agustinus alias Andi Narogong.

“Hari ini pengacara Anton Taufik diperiksa untuk tersangka AA (Andi Agustinus). Selain Anton Taufik, ada juga empat saksi lain yang diagendakan diperiksa,” kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah di Jakarta, Rabu (24/5/2017).

Adapun empat saksi yang juga dipanggil untuk tersangka Andi Narogong yakni Agus Eko Priadi, karyawan Perum Percetakan Negara Republik Indonesia (PNRI); Tunggul Baskoro, mantan Sales Director PT Oracie Indonesia‎; Berman Jandry S Hutasoit, Businnes Development Manager PT Hewlett Packard Indonesia; dan Edo Simbolon dari pihak swasta.

Dalam surat dakwaan Irman dan Sugiharto, jaksa penuntut umum KPK menyebut Andi Narogong bersama Ketua DPR, Setya Novanto; mantan Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum; dan mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin mengatur alokasi proyek e-KTP.

Mereka berempat sepakat bahwa anggaran e-KTP sebesar Rp 5,9 trilyun setelah dipotong pajak sebesar 11,5%. Sebesar 51%-nya atau Rp 2,6 trilyun akan digunakan untuk belanja modal atau belanja rill pembiayaan proyek. Sedangkan sisanya sebesar 49% atau senilai Rp 2,5 trilyun dibagi-bagikan kepada sejumlah pihak.

KPK menyangka Andi Narogong melanggar Pasal 2 Ayat (1) dan atau Pasal 3 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 juncto Pasal 64 KUHP.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

One Comment

  1. Thank you for the good writeup. It in fact was a amusement account it.

    Look advanced to far added agreeable from you! However, how could we
    communicate?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 × two =

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami