Internasional

PM Australia Akui Hubungan dengan China Memburuk

BTN iklan

SYDNEY (LEI) – Perdana Menteri (PM) Australia, Malcolm Turnbull, mengakui perundang-undangan dengan tujuan untuk mencegah intervensi asing dalam politik telah membuat hubungan negaranya dengan China sedikit renggang. Pernyataan itu dikeluarkan setelah visa beberapa pejabat ditolak oleh China.

Hubungan antara Canberra dengan Beijing sedikit panas dalam satu tahun terakhir, terutama setelah Australia khawatir dengan peningkatan pengaruh China. Negeri Kanguru lantas menerbitkan undang-undang yang melarang donasi politik dari luar negeri.

“Jelas ada semacam tensi dalam hubungan (kedua negara) terkait pengenalan undang-undang mengenai intervensi asing tetapi saya yakin kesalahpahaman akan segera diselesaikan,” ujar Malcolm Turnbull dalam wawancara dengan sebuah stasiun radio, mengutip dari Reuters, Kamis (12/4/2018).

Media Australian Financial Review melaporkan, China pekan ini menolak pengajuan visa sejumlah pejabat pemerintahan Australia yang hendak menghadiri pameran perdagangan. Belum diketahui dengan pasti alasan dibalik penolakan visa tersebut oleh China.

Pada akhir Desember 2017, Turnbull menyebut adanya laporan yang mengganggu mengenai pengaruh China di Australia. Ia juga mengingatkan bahwa ada ‘kekuatan-kekuatan asing’ yang melakukan upaya-upaya yang belum pernah terjadi sebelumnya dan semakin canggih untuk mempengaruhi proses politik.

China diketahui sebagai salah satu mitra dagang terbesar Australia. Pada 2017, pembelian produk barang dan jasa dari Australia oleh China mencapai USD70 miliar (setara Rp963 triliun). Di sisi lain, Australia juga memiliki hubungan erat dengan Amerika Serikat (AS) sehingga relasi dengan China sulit untuk lebih erat.

Akan tetapi, Australia tidak segan-segan mengkritik aktivitas China di Pasifik dan Laut China Selatan. Menteri Pembangunan Internasional Australia, Concetta Fierravanti-Wells, pernah menuduh China mendanai ‘jalan buntu’ dan ‘bangunan tidak berguna’ di Pasifik. Beberapa hari lalu Australia juga mengkhawatirkan adanya rencana pembangunan pangkalan militer China di Vanuatu. (okezone)

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Satu Komentar

  1. Hello there,

    My name is Aly and I would like to know if you would have any interest to have your website here at legaleraindonesia.com promoted as a resource on our blog alychidesign.com ?

    We are in the midst of updating our broken link resources to include current and up to date resources for our readers. Our resource links are manually approved allowing us to mark a link as a do-follow link as well
    .
    If you may be interested please in being included as a resource on our blog, please let me know.

    Thanks,
    Aly

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami