LiputanTekno

PNS di Masa Depan Bisa Bekerja di Rumah?

BTN iklan

JAKARTA, (LEI) – Kepala Biro Hubungan Masyarakat Badan Kepegawaian Negara (BKN,) Mohammad Ridwan mengatakan, wacana flexible working arrangement yang akan diterapkan pada Aparatur Sipil Negara (ASN) sudah dibahas beberapa waktu lalu. Baik oleh BKN maupun Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB).

Wacana flexible working arrangement dilatarbelakangi oleh adanya pergeseran pekerjaan yang terjadi di Pemerintah saat ini. Contohnya Biro Humas dengan pekerjaan yang rata-rata dilakukan secara mobile.

Namun untuk mewujudkan flexible working arrangement tersebut memerlukan persiapan sangat panjang. Sebab, memiliki banyak prasyarat dan prakondisi yang perlu diperhatikan.

“Hal yang perlu diperhatikan tersebut, seperti peraturan, kematangan aplikasi virtual office, kejelasan target hingga Standard Operating Procedure (SOP),” ujar Ridwan, Senin (12/8).

Sebelumnya, flexible working arrangement telah dibahas BKN dalam Sharing Session Flexible Working in Government yang dihadiri oleh Sekretaris Utama BKN, Supranawa Yusuf bersama seluruh perwakilan unit-unit kerja di BKN. Dalam sharing session tersebut dijelaskan bahwa dengan penerapan flexible working arrangement yang berdasarkan output pegawai dapat mengurangi dampak global warming dan menciptakan work life balance yang lebih baik untuk para pegawai.

Terakhir, Ridwan menegaskan bahwa sampai saat ini Flexible Working Arrangement baru barupa wacana di kalangan internal Pemerintah.

“Diperlukan kematangan regulasi, infrastruktur, suprastruktur, dan keberterimaan masyarakat sebelum hal ini dapat diwujudkan,” tutup Ridwan.

Masih Harus Dikaji Terus Menerus

Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko mengatakan bahwa wacana ini masih akan dikaji lebih jauh oleh pemerintah. Misalnya, sejauh mana kesiapan sumber daya manusia ASN dari sisi teknologi bila itu diterapkan sebagai kebijakan.

Kemudian, bagaimana dengan yang di daerah-daerah, dan apakah kebijakan ini siap diimplememtasikan tahun 2020? Semua hal menurut mantan Panglima TNI ini, masih akan dilakukan kajian lebih jauh.

“Ini kan wacana sebagai antisipasi perkembangan ke depan. Jadi pasti ada kajian yang lebih jauh lagi. Bukan berarti tahun depan akan dilakukan, enggak lah. Ada yang perlu didalami lagi,” ucap Moeldoko di Istana Negara, Jakarta pada Senin (12/8).

Sebagai sebuah wacana, lanjut Moeldoko, fleksibilitas kerja bagi ASN seperti itu boleh saja dipersiapkan, karena memang harus disadari bahwa lingkungan sudah berubah.

Oleh karena itu, kalaupun akan dijadikan sebagai kebijakan, pemerintah akan melihat bagaimana tahapan implememtasinya ke depan. Mana saja daerah yang siap dari sisi teknologi dan sebagainya.

“Memang perlu direspons. Sejauh mana responsnya? Bisa nanti apakah bertahap, apakah di kota dulu, dan seterusnya. Itu baru wacana. Belum kebijakan,” tandas Moeldoko. [JPNN]

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami