Nasional

Polda Babel Sita Lebih dari 200 Ton Pupuk Kadaluarsa

BTN iklan

BANGKA BELITUNG, (LEI) – Tim Satgas Pangan Bangka Belitung di bawah Pimpinan Ditreskrimsus Polda Babel Kombes Mukti Juharsa dan Dinas Pertanian Babel berhasil mengamankan pupuk non subsidi sebanyak 221,3 ton. Pupuk kadaluarsa tersebut memiliki kandungan yang tidak sesuai SNI dan disita di Gudang PT Globusartha Internusa di Kabupaten Bangka Tengah.

“Bila pupuk tidak sesuai SNI ini diedarkan ke para petani, tentu sangat merugikan petani. Kami telah mengamankan satu orang tersangka pemilik gudang pupuk dan siapapun pelakunya, akan kami tindak tegas melalui proses hukum,” ujar Kapolda Bangka Belitung, Brigjen Anton Wahono kepada wartawan di Bangka Tengah, Minggu (3/9/2017).

Anton menambahkan, petugas akan melakukan tindakan preventif sesuai masukan Gubernur Babel yaitu petugas Kepolisian bersama Satgas Pangan lainnya akan mengundang seluruh Distributor Pupuk. Mereka akan diberikan pemahaman bahwa pupuk yang diedarkan harus sesuai SNI dengan standar yang sudah ditentukan, sehingga tidak merugikan para petani.

“Jadi setiap pupuk yang diedarkan di Bangka Belitung harus terlebih dahulu diuji laboratorium. Jika sesuai SNI baru lah bisa diedarkan kepada petani, dan pelaku usaha yang merugikan para petani tetap akan di tahan dan tidak ada penangguhanan penahanan,” terangnya.

Sementara Gubernur Bangka Belitung Erzaldi Rosman Djohan mengatakan, Distributor Pupuk ini harus bekerja sama dengan pihak Satgas Pangan Babel sehingga Para Distributor Pupuk ini tahu apakah pupuk yg dia terima dari pihak luar ini sudah sesuai standar atau tidak. Kalau sudah sesuai, tentu bisa diedarkan tapi kalau tidak sesuai standar, tidak boleh diedarkan.

“Kalau seandainya pihak pelaku usaha sudah tahu bahwa pupuknya sudah kadarluarsa dan tidak sesuai standar, tapi tetap mengedarkan maka kena ancaman pidana. Jadi, saya meminta kepada Kepala Dinas Pertanian bersama sama Dinas Pangan dan Dinas Perdagangan untuk memberikan penyuluhan kepada para Distributor pupuk,” tuturnya.

Kini pelaku berinisial GA diancam pidana Pasal 61 ayat (1) Jo Pasal 8 ayat (1) huruf a dan e UU No. 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dengan ancaman pidana maksimal 5 tahun atau pidana denda paling banyak Rp2 miliar atau Pasal 60 ayat (1) huruf f dan i UU RI Nomor 12 Tahun 1992 tentang Sistem Budidaya Tanaman ancaman pidana 5 tahun atau denda maksimal Rp250 Juta.

Pupuk Non Subsidi di Gudang PT Globusartha yang diamankan petugas yang berlokasi di Jalan Sungai Selan, Kabupaten Bangka Tengah sebanyak 114,3 ton dengan rincian:

1) NPK Cap Kepala Ayam/Cock’s Head 15-15-15 sebanyak 380 karung berukuran 50 kilogram dengan berat total 19 ton.

2) NPK Cap Kepala Ayam/Cock’s Head 12-12-17-2 sebanyak 612 karung ukuran 50 Kg dengan berat total 30,6 ton

3) NPK Cap Kepala Ayam/Cock’s Head 12-12-17-2+B sebanyak 156 karung ukuran 50 Kg dengan berat total 7,8 ton

4) NPK Cap Kepala Ayam/Cock’s Head 15-15-6-4 sebanyak 288 karung ukuran 50 Kg dengan berat total 14,4 ton

5) NPK Cap Kepala Ayam/Cock’s Head 12-6-22-3 sebanyak 850 karung ukuran 50 Kg dengan berat total 42,5 ton.

Sedangkan yang disita di Gudang PT Globusartha Internusa berlokasi di Jalan Padat Karya Tanjung Pandan, Kabupaten Belitung sebanyak 107 ton dengan rincian:

1) NPK Cap Kepala Ayam/ Cock’s Head 15-15-15 sebanyak 957 karung ukuran 50 Kg dengan berat total 47,85 ton

2) NPK Cap Kepala Ayam/ Cock’s Head 12-12-17-2 sebanyak 234 karung ukuran 50 Kg dengan berat total 11,7 ton

3) NPK Cap Kepala Ayam/ Cock’s Head 12-6-22-3 sebanyak 949 karung ukuran 50 Kg dengan berat total 47,45 ton.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami