EkonomiFinansial

Polda Metrojaya klaim kerugiaan korupsi Pemuda Islam Indonesia mencapai 1 Miliar

BTN iklan

Jakarta (lei) Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya menaksir kerugian negara akibat dugaan korupsi dana Kemah Pemuda Islam Indonesia mencapai Rp1 miliar. Polisi mengklaim sudah melakukan audit yang dilakukan bersama dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

“Mudah-mudahan hasil audit lapangan yang dilakukan auditor dengan pihak kita meyakini bahwa nilai kerugian negara sudah fix Rp1 miliar. Ada kerugian negara,” ujar Direktur Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Adi Deriyan di Polda Metro Jaya, Jumat (26/4).

Saat ini, kata Adi, baik dari penyidik dan auditor tengah berada di Yogyakarta untuk melakukan pencocokan tersebut. Sejauh ini, kata dia, data yang dimiliki kepolisian memang ada kerugian mencapai Rp1 miliar.

Dalam kesempatan itu, Adi menyatakan bahwa penyidik berpeluang melakukan jemput paksa terhadap Ketua Panitia acara, Ahmad Fanani. Keterangan Fanani diperlukan dalam pengembangan kasus. Pemanggilan paksa dilakukan lantaran Fanani tidak pernah hadir di setiap panggilan yang dilayangkan penyidik. “Kita sesuai KUHAP kalau dipanggil dia tidak hadir, kita jemput,” kata dia. Saat ditanya kapan penjemputan akan dilakukan, Adi enggan mengatakannya.

Diketahui Fanani tidak pernah hadir dalam panggilan yang dilayangkan. Surat pemanggilan pertama tercatat dilakukan 23 November 2018, panggilan kedua pada 28 Februari, 18 April, dan 24 April 2019.

Berbeda dengan mantan Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak yang juga turut diperiksa untuk kasus tersebut. Dalam dua panggilan, yakni pada 23 November 2018 dan 7 Februari 2019, Dahnil tercatat memenuhi panggilan kepolisian.Namun Dahnil tidak hadir pada panggilan yang dilakukan Kamis (25/4). Adi mengatakan setidaknya sudah ada satu orang yang akan ditetapkan sebagai tersangka. Namun dia masih enggan untuk membeberkan siapa tersangka dalam perkara tersebut.

“Nantilah (nama tersangka). Kita satu orang dulu (tersangka),” tuturnya.

Acara Kemah Pemuda Islam Indonesia yang berlangsung 2017 silam melibatkan dua organisasi kemasyarakatan Gerakan Pemuda Ansor dan PP Pemuda Muhammadiyah. Dua organisasi itu mendapat dana dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dengan total uang Rp5 miliar.

Berdasarkan penelusuran polisi, laporan pertanggungjawaban GP Ansor tidak ditemukan penyimpangan. Sementara dalam laporan pertanggungjawaban Pemuda Muhammadiyah diduga terdapat penggunaan dana fiktif sebesar kurang dari setengah anggaran.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

4 Comments

  1. Hola! I’ve been reading your website for a while now and finally got the bravery
    to go ahead and give you a shout out from Humble Tx!

    Just wanted to mention keep up the fantastic work!

  2. It’s perfect time to make some plans for the future and it’s time to be happy.
    I’ve learn this publish and if I may just I wish to suggest you few fascinating things or
    suggestions. Perhaps you can write subsequent articles relating
    to this article. I wish to read even more issues about it!

  3. Excellent goods from you, man. I have be aware your stuff previous to and you’re just
    too great. I really like what you’ve received here, really like
    what you are stating and the best way during which you say it.
    You make it enjoyable and you still take care of to stay it wise.

    I can’t wait to learn far more from you. This is actually a
    great site.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

one × two =

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami