Hukum

Polisi Limpahkan Tersangka Invstasi Bodong

BTN iklan

    Solo,  Lei, Ant –  Tim penyidik Polres Kota Surakarta telah melimpahkan berkas berkara kasus penggelapan dan penipuan investasi bodong dengan tersangka Haryanto alias Yusak Sie Haryanto (53) warga Kampung Sewu Jebres Solo, ke Kejaksaan Negeri Surakarta, Kamis.

Menurut Kepala Unit 4 Satuan Reskrim Polresta Surakarta Iptu Sudarmiyanto, tim penyidik telah melimpahkan tersangka Yusak bersama barang buktinya terkait kasus penipuan investasi emas bodong dengan kerugian sekitar seratusan miliar rupiah “Kami dari hasil pengembangan jumlah korban melapor kini mencapai 108 orang dengan nilai kerugian sekitar Rp111,375 miliar,” kata Sudarmiyanto.

Menurut Sudarmiyanto proses pemberkasan perkara penggelapan dan penipuan tersebut sudah selesai dan dinyatakan lengkap (P21), sehingga penyidik pelimpahan pada tahap kedua.

“Kami menyerahkan tersangka bersama barang bukti berupa dua unit mobil, yakni Honda Mobilio dan Honda Jazz, uang tunai Rp20 juta, satu buah ‘laptop’, serta dokumen-dokumen kuitansi penyerahan uang dari nasabah kepada tersangka,” tuturnya.

Ia mengatakan setelah pelimpahan tersangka bersama barang bukti ke kejaksaan, selanjutnya jaksa penuntut umum akan mempelajari untuk menyusun dakwaan terjadap tersangka untuk disidangkan di pengadian negeri.

Tersangka Yusak dalam kasus investasi bodong tersebut menipu para korban dengan menjanjikan investasi emas berbunga. Tersangka mengaku para investor dengan diiming-imingi dan diberikan ‘profit’ sebesar 10 hingga 25 persen per 12 hari.

Para investor yang telah menyetorkan uangnya, misalnya, senilai Rp100 juta per orang setelah 12 hari kemudian mereka langsung diberikan profitnya. Mereka kemudian tertarik untuk menyetorkan uangnya lagi kepada tersangka yang selanjutnya terus menghilang.

“Tersangka Yusak diduga menggelapkan uang milik nasabahnya pada percobaan investasi ketiga para korbannya,” ucapnya.

Atas perbuatan tersangka Yusak dijerat dengan Pasal 372 dan 378 KUHP, tentang Penipuan dan Penggelapan, ancaman hukuman lima tahun penjara. Namun, polisi juga sedang memproses perkara lain, terhadap tersangka Yusak, dengan Tindak Pidana Pencuciam Uang (TPPU).

Dia mengatakan jumlah uang yang digelapkan oleh Yusak sesuai dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) sebanyak Rp12 miliar dari 12 korban masyarakat Solo yang melaporkan kasus itu, ke polisi. Namun, korban seluruhnya mengalami kerugian diperkirakan Rp111,375 miliar.


Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami