BTN ads
Hukum

Politisi PAN Dituntut Tujuh Tahun Penjara

JAMBI, 7/6 (LEI) – Politisi PAN yang juga anggota DPRD Provinsi Jambi 2014-2019, Supriyono (51) dituntut tujuh tahun penjara dan denda Rp400 juta subsider empat bulan kurungan.

Jaksa Penuntut Umum KPK Iskandar Marwanto di hadapan majelis hakim Tipikor Jambi diketuai Badrun Zaini di Pengadilan Tipikor Jambi, Kamis, menyatakan dalam surat tuntutannya selain terdakwa dituntut hukuman tujuh tahun penjara juga dicabut hak politiknya untuk dipilih selama lima tahun setelah menjalani hukuman pokoknya.

Politisi ini menjadi terdakwa karena diduga menerima suap pengesahan APBD 2018 yang merugikan negara senilai Rp3,4 miliar.

Dalam tuntutan Jaksa KPK tersebut, terungkap bahwa terdakwa telah terbukti dengan sah dan meyakinkan diketahui atau patut diduga bahwa hadiah atau janji tersebut diberikan untuk menggerakkan agar melakukan atau tidak melakukan sesuatu dalam jabatannya sebagai anggota dewan.

Atas perbuatan itu terdakwa Supriyono dikenakan Pasal 12 huruf a, b Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.

Hal-hal yang memberatkan perbuatan terdakwa adalah perbuatan terdakwa Supriyono tidak mendukung pemerintah dalam memberantas korupsi dan sudah mencederai hati rakyat karena sebagai wakil rakyat telah melakukan perbuatan korupsi.

“Sedangkan hal yang meringankan perbuatan terdakwa selama persidangan adalah jujur dan tidak pernah dihukum,” kata Iskandar.

Terungkap dalam persidangan pembacaan tuntun tersebut terdakwa yang juga penyelenggara negara selaku anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jambi periode 2014-2019, telah bersama-sama dengan anggota lainnya melakukan atau turut serta melakukan beberapa perbuatan yang mempunyai hubungan sedemikian rupa sehingga harus dipandang sebagai perbuatan berlanjut, menerima hadiah atau janji.

Perbuatannya terungkap setelah pemberi suap dan penerima suap ditangkap oleh KPK saat operasi tangkap tangan. Salah satunya adalah terdakwa Supriyono yang ditangkap bersama dengan terdakwa Syaifuddin saat akan menyerahkan uang suap untuk Fraksi PAN di DPRD Provinsi Jambi yang diterima terdakwa Supriyono.

Saat mereka hendak bertransaksi di salah satu rumah makan di Kota Jambi ditangkap oleh tim KPK sehingga kasus ini terungkap yang juga melibatkan tiga pejabat di Pemerintah Provinsi Jambi.

Yakni Erwan Malik yang saat menjabat Sekdaprov Jambi, Plt Kadis PUPR Arpan dan Asisten III Pemprov Jambi Syaifuddin yang sudah divonis dalam kasus itu.

Kemudian peran terdakwa dalam pembahasan RAPBD Jambi sebagai anggota Banggar mengetahui dan mendukung agar pemerintah memberikan uang ketok palu kepada seluruh anggota DPRD Provinsi Jambi agar mau mengesahkan APBD 2018.

Beberapa kali peran dari terdakwa Supriyono dari Fraksi PAN dalam pembahasan juga terlibat untuk memberikan uang ketok palu dan fee proyek kepada pimpinan dewan bila mengesahkan APBD tahun ini dan saksi-saksi menyebutkannya.

Sidang terdakwa Supriyono akan dilanjutkan pekan depan untuk mendengarkan pembelaan dari kuasa hukumnya.

[Antara]

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Komentar Anda...

Related Articles

Close
Close