Hukum

Polri Akan Gelar Perkara Tentukan Red Notice Rizieq

BTN iklan

Jakarta, LEI – Polri akan melakukan gelar perkara untuk menentukan perlu tidaknya menerbitkan red notice terhadap Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab karena hingga saat ini masih berada di luar negeri setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus  percakapan konten pornografi via aplikasi WhatsApp.

Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Divisi Humas Polri, Kombes Pol Martinus Sitompul, di Jakarta, Selasa (30/5), menjelaskan, untuk memutuskan perlu tidaknya menerbitkan red notice itu ditempuh melalui gelar perkara.

“Satu proses penerbitan sebuah red notice itu dilakui melalui gelar perkara, dibutuhkan beberapa satuan kerja internal di tubuh Polri yang memberikan masukan-masukan,” kata Martinus.

Polri, lanjut dia, sampai saat ini melakukan gelar perkara untuk membahas tentang red notice terhadap Rizieq tersebut. “Masih belum dilakukan, masih dalam perencanaan untuk membuat suatu gelar perkara. Gelar perkara ini nanti menghasilkan apakah nanti akan diterbitkan red notice atau tidak,” katanya.

Jika kemudian penyidik dan elemen terkait menilai perlu menerbitkan red notice terhadap Rizieq untuk memulangkan yang bersangkutan dari luar negeri untuk dimintai atau diperiksa sebagai tersangka, maka penerbitan red notice merupakan keniscayaan.

“Kalau kita menganggap bahwa ada kebutuhan karena ada di luar negeri, ada kebutuhan masyarakat internasional, maka kita akan terbitkan nanti red notice,” katanya.

Penerbitan red notice harus atas masukan berbagai elemen di intern Polri. “Ini masih akan dibicarakan, masih akan ada kegiatan-kegiatan rapat-rapat gelar perkara untuk mendapatkan masukan-masukan dari satuan-satuan kerja internal yang memang kita butuhkan,” ujar Martinus.

Salah satu pihak yang dimintai masukan, lanjut Martinus, tentunya adalah penyidik yang menangani kasus tersangka Rizieq serta satuan-satuan kerja Polri yang terkait, khususnya Divisi Hubungan Internasional Polri.

“Jadi masukan-masukan ini lah yang akan memutuskan apakah ini akan diterbitkan red notice atau kita hanya meminta mengupayakan secara internal untuk melakukan pemeriksaan HRS sebagai tersangka,” katanya.

Martinus melanjutkan, tidak bisa serta merta menangkap tersangka Rizieq di luar negara Republik Indonesia. Namun sejumlah negara memiliki kerja sama internasional, termasuk Indonesia untuk menangkap seseorang di luar negeri.

“Kita butuhkan bahwa masyarakat dalam hal ini kepolisian internasional, itu sudah memiliki kerja sama yang erat dengan​ Indonesia yang sewaktu-waktu kita membutuhkan,” katanya.

Polri masih mengkaji penerbitan red notice karena Riziez tidak memenuhi panggilan setelah ditetapkan sebagai tersangka. Penyidik menyangka Rizieq melanggar Pasal 4 Ayat (1) juncto Pasal 9 juncto Pasal 29 dan atau Pasal 6 juncto Pasal 32 dan atau Pasal 9 juncto Pasal 34 Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami